oleh

LAKMAS: Kejahatan di Rumah Jabatan Bupati TTU  sangat Memalukan

KUPANG, TIMORline.com-Tindakan kejahatan berupa penganiayaan berat disertai kekerasan seksual di Rumah Jabatan Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Raymundus Sau Fernandes dinilai sangat memalukan dan memilukan. Sebab, peristiwa itu terjadi di awal tahun 2021 dan awal kepemimpinan Bupati TTU Terpilih.

Hal itu disampaikan Direktur Lembaga Advokasi anti Kekerasan Masyarakat Sipil (LAKMAS) Cendana Wangi Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Victor Manbait melalui akun WhatsApp-nya, Rabu (06/01/2021) dini hari.

Victor menyampaikan hal itu menanggapi tindakan penganiayaan berat disertai kekerasan seksual yang dilakukan Le Ray terhadap BWA, gadis TTU pada Senin (04/01/2021).

Le Ray adalah warga Kelurahan Benpasi Kecamatan Kota Kefamenanu. Sedangkan BWA adalah warga Kelurahan Maubeli Kecamatan Kota Kefamenanu.

“Peristiwa itu sangat  memalukan dan memilukan. Sungguh sadis  peristiwa penyiksaan  korban”, tandas Victor.

Victor lebih jauh mendesak pihak Polres TTU bekerja ekstra keras dengan melibatkan psikolog untuk mengetahui motif di balik perisitwa tersebut. Apalagi peristiwa itu terjadi di tempat khusus (baca: rumah jabatan)  dengan tingkat sekuritas kelas satu di Kabupaten TTU.

“Kita dukung Polres TTU bergerak cepat mengejar pelaku. Tetapi, akan lebih baik kalau pelaku  segera menyerahkan diri demi keamanannya sendiri”, katanya.

Victor juga mengimbau  orang-orang berpengaruh terhadap pelaku agar dengan caranya masing-masing mengimbau pelaku untuk menyerahkan diri.

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang itu mengharapkan Kantor Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten TTU bergerak cepat memberikan dukungan konseling dan psikologis penguatan bagi korban.

“Korban mengalami siksaan fisik dan psikologis yang luar biasa sehingga penting bagi korban untuk mendapatkan pendampingan psikososial dan pemulihan traumatiknya. Ini fenomena sosial  buruk di tengah masyarakat kita”, kata Victor.

Baca Juga:  Calon Dewan, Sembilan Kades di Malaka Undur Diri

Menurut Victor, perilaku  menyimpang pelaku seperti Le Ray  ini bukan saja karena bawaan sifat dan karakter pelaku. Sebab, kondisi lingkungan sosial di mana pelaku berada, yang merasa superior terhadap orang lain dan tidak tersentuh hukum, dengan segala latar belakangnya membuat dia  begitu gampang melakukan tindakan sadis seperti itu.

Victor malahan heran kalau orang nekat melakukan kejahatan seperti ini di rumah jabatan bupati.

“Kalau rumah jabatan lebih banyak kosongnya dan  merasa punya kedekatan dengan para pejabat, para penjahat bisa memanfaatkan situasi untuk melakukan kejahatan dan kemaksiatan lainnya”, tandas Victor.

Victor yakin, pelaku sangat pantas  dikenai Pasal penganiayaan berat sebagaimana diatur dalam  Pasal 354 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP.

Pasal ini selengkapnya berbunyi, “Barangsiapa sengaja melukai berat orang lain, diancam karena melakukan penganiayaan berat dengan pidana penjara paling lama delapan tahun”.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar