oleh

Angkatan Pancawindu Seminari Lalian Sumbangkan Beras Satu Ton ke Almamater

LALIAN, TIMORline.com-Angkatan Pancawindu Seminari Menengah Santa Maria Imakulata Lalian Atambua Kabupaten Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyumbangkan beras satu ton ke almamater, Kamis (17/12/2020). Sumbangan ini mendapat apresiasi dari almamater.

“Kami mengapresiasi Angkatan 40 yang dalam segala kesibukan dan keterbatasannya memberikan sumbangan ke Seminari Lalian. Kami sangat menghargai semua itu”, kata Romo Daniel Manek Makbalin saat menerima kedatangan perwakilan Angkatan 40 di depan Pendopo Agung Seminari Lalian.

Romo Daniel, salah seorang pembina yang membidangi Bimbingan Konseling, mengatakan, bantuan ini sebagai pemacu bagi angkatan-angkatan lain untuk bisa berbagi bersama almamater.

Gill Madeira dan Markus Laka, Angkatan 40 Seminari Lalian yang sekarang tinggal di Inggris dan Australia menjelaskan, apa yang dilakukan teman-teman angkatan merupakan bagian dari kebersamaan yang sudah dibangun sejak beberapa tahun lamanya.

“Awalnya kami hanya berkomunikasi untuk saling membantu di antara teman-teman angkatan dalam suka dan duka. Dalam perjalanan, pikiran kami sedikit lebih maju untuk bagaimana memberikan sedikit derma dari apa yang kami miliki,” kata Gill.

Markus Laka, yang bekerja sebagai tenaga kesehatan di Australia mengaku jikalau apa yang dilakukan Angkatan 40 Seminari Lalian ini merupakan komitmen teguh dan kuat.

“Memang kami beberapa orang berada di luar negeri dan jauh dari Lalian. Tetapi, ada komunikasi yang intens dengan teman-teman angkatan untuk membantu almamater semampu kami,” jelasnya.

Sumbangan Angkatan 40 Seminari Lalian yang sudah diberikan ke almamater antara lain Organ Liturgis dan beras. Tiga bulan mendatang akan ada lagi sumbangan lain yang dikomunikasikan dengan para pembina di Seminari Lalian.

Bantuan beras ini diterima Ekonom Seminari Lalian Romo Vinsen Kolo. Sedangkan yang mewakili Angkatan 40 adalah Alfred Atidja, Conz Klau, Onny Berek, Herry Klau, Nani Amasanan dan Charles Saffran.

Baca Juga:  Jembatan B.J. Habibie di Dili Ambruk

Editor: Cyriakus Kiik

Komentar