oleh

Kuatir Melarikan Diri, Penyidik Polda Metro Jaya Tahan Rizieq Shihab

JAKARTA, TIMORline.com-Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) mengapresiasi sikap tegas, berani dan konsistensi Polri untuk memenuhi janjinya menangkap dan menahan Rizieq Shihab.

“Penangkapan dan penahanan ini dilakukan polisi supaya Rizieq Shihab tidak melarikan diri”, tandas Koordinator TPDI Petrus Selestinus dalam rilisnya yang diterima redaksi TIMORline.com, Minggu (13/12/2020) malam.

Petrus mengharapkan sikap Polri ini tidak hanya berhenti pada kasus Rizieq Shihab dan hanya dilakukan Polda Metro Jaya. Tetapi, sikap ini harus menjadi sikap dan ciri khas Polri untuk semua kasus di seluruh Indonesia.

Baginya, penegakkan hukum terhadap Rizieq harus menjadi langkah awal Negara/Pemerintah menempatkan hukum sebagai panglima. Sebab, selama ini posisi hukum sebagai panglima hanya sebatas slogan kosong.

Karena itu, Petrus mengingatkan, siapa pun Kapolri, Kapolda, Kapolres dan Jaksa Agung, Kajati dan Kajari harus satu kata dan perbuatan secara konsisten menegakkan sistem hukum yang sudah baku dalam memberikan pelayanan keadilan bagi rakyat banyak.

“Hari-hari ini, kepercayaan dan dukungan publik terhadap TNI dan Polri sangat tinggi dalam menjaga kedaulatan NKRI dan menegakkan hukum”, katanya.

Dalam kasus Rizieq Shihab, urai Petrus, Penyidik memiliki alasan objektif, yaitu ancaman pidana Pasal 160 KUHP enam tahun penjara dan alasan subjektif penahanan Rizieq Shihab, yakni timbulnya kekuatiran Rizieq Shihab melarikan diri.

Petrus lebih jauh mengungkap beberapa fakta yang beralasan hukum untuk menahan Rizieq Shihab, antara lain:

Pertama, pada April 2017 saat dipanggil Penyidik Polda Metro Jaya sebagai Saksi dan/atau Tersangka dalam kasus Chat WhatsApp Mesum, Rizieq Shihab tidak memenuhi panggilan polisi. Bahkan, ketika hendak dijemput paksa Penyidik pada Mei 2017, Rizieq Shihab sudah meninggalkan Indonesia dengan alasan umroh dan tidak segera kembali ke Indonesia.

Baca Juga:  Warga Sipil Papua Barat Diduga Dianiaya di Perbatasan Sorong-Temi

Kedua, Rizieq Shihab masih akan menghadapi proses penyidikan terhadap belasan Laporan Masyarakat terkait dugaan tindak Pidana Penodaan Agama, Ujaran Kebencian, Penghinaan dan lain-lain yang prosesnya tidak berjalan selama 4 tahun karena Rizieq Shihab lari dari proses pidana.

Ketiga, begitu tiba kembali di Indonesia setelah menghindar dari penyidikan beberapa kasus pada 2017, Rizieq Shihab langsung melakukan perbuatan lain yang disangkakan sebagai melanggar UU No. 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 160 jo Pasal 216 KUHP. Hal inilah yang menyebabkan Rizieq Shihab ditahan.

Keempat, pada 2003 Rizieq Shihab pernah divonis dengan pidana penjara 7 (tujuh) bulan, dan pada Juni 2008 dalam peristiwa pidana yang lain Rizieq Shihab pernah dihukum dengan pidana penjara satu tahun enam bulan penjara sehingga statusnya adalah residivis.

Editor: Cyriakus Kiik

 

Komentar