oleh

Rizieq Shihab Serahkan Diri di Mapolda Metro Jaya

JAKARTA, TIMORline.com-Rizieq Shihab menyerahkan diri di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (12/12/2020). Penyerahan diri ini langsung menaikkan Indeks Kebahagiaan Publik (IKP).

Kedatangan Rizieq ini di luar jadwal untuk pemeriksaan sebagai Tersangka yang dijadwalkan pada Senin, 14 Sesember 2020.

Merespon penyerahan diri Rizieq, Ketua Tim Task Force Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP) Petrus Selestinus melalui rilisnya yang diterima redaksi TIMORline.com, Sabtu (12/12/2020), mengatakan, Rizieq Shihab dan Tim Penasehat Hukumnya mungkin sedang berspekulasi bahwa dengan menyerahkan diri pada hari libur (Sabtu) di luar jadwal pemeriksaan bisa lolos dari semua bentuk upaya paksa.

Selain itu, kata Petrus, penyerahan diri itu untuk membangun citra dan kesan positif bahwa Rizieq adalah warganegara yang baik yang bersikap kooperatif.

Namun, apa pun harapan dan skenarionya, nampaknya Rizieq gagal atau tidak berhasil mengubah pendirian skenario Penyidik dan Kapolda Metro Jaya untuk tetap bersikap konsisten melakukan upaya paksa, yaitu penangkapan selama 1 x 24 jam dan kemudian disusul dengan penahanan terhadap Rizieq di Rutan.

Petrus berpandangan, saat ini publik sudah pegang janji Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran.

“Penegakkan ketertiban dan keamanan sebagai wujud hak sosial warganegara, tidak akan ada istilah tarik gigi mundur bagimu Negeri tercinta Indonesia”, tandas Petrus.

Petrus juga menyatakan, saat ini
publik menaruh harapan tinggi terhadap Polri khususnya Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran dalam menangani kasus Rizieq dkk. Sebab, kasus Rizieq tergolong kasus yang berkualifikasi menyentuh kepentingan strategis nasional. Sehingga, setiap langkah Polri dari detik ke menit dipantau dan dinilai oleh publik.

Bahkan, menurut Advokat Peradi itu, ada warga yang berkomentar bahwa indeks kebahagiaannya sebagai warganegara meningkat pesat setelah melihat sikap tegas dan konsisten Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran.

Baca Juga:  KPUD Malaka Bagi APK Pileg dan Pilpres 2019, PPP Menolak

Sebab, apa yang dilakukan Kapolda Fadil itu untuk mewujudkan ketenteraman, keamanan dan tertib sosial yang menjadi hak sosial warganegara termasuk bisa meredam keganasan Covid-19.

Editor: Cyriakus Kiik

Komentar