oleh

Kapolda Metro Jaya Perintahkan Semua Kasus Rizieq Shihab Dibuka Kembali

JAKARTA, TIMORline.com-Publik menyambut gembira perintah Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran membuka kembali kasus-kasus lama Rizieq Shihab. Kasus-kasus itu bahkan masuk skala prioritas untuk penyidikannya.

Hal itu ditegaskan Ketua Tim Task Force Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP) Petrus Selestinus dalam rilisnya yang diterima redaksi TIMORline.com, Jumat (03/12/2020) malam.

Petrus mengungkapkan, perintah Kapolda Metro Jaya itu ditandai dengan pemanggilan Egie Sudjana atas kasus dugaan makar yang dituduhkan kepadanya untuk diperiksa kembali sebagai tersangka.

Kasus berikutnya adalah penyidikan belasan kasus Rizieq Shihab. Antara lain kasus chat mesum atau pornografi yang diduga kuat melibatkan Rizieq Shihab.

Dalam kasus chat mesum ini, jelas Petrus, Rizieq Shihab sudah ditetapkan menjadi tersangka. Tetapi, terhadap kasus ini malahan polisi sudah mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Kasus lainnya adalah kasus penodaan dasar negara Pancasila. “Kasus chat mesum dan penodaan dasar negara ini dilaporkan masyarakat sudah sejak empat tahun lalu di Polda Jawa Barat”, tandas Petrus.

Petrus mengatakan, sikap tegas dan konsistensi Pimpinan Polri bersama jajarannya dalam kasus Rizieq Shihab dkk saat ini sangat menentukan pemulihan kepercayaan publik terhadap Polri. Legitimasi publik kepada Polri juga semakin kuat.

“Ini upaya Polri mengembalikan wibawa negara”, tandas Petrus.

Bagi Advokat Peradi senior itu, ekspektasi publik adalah Polri harus bisa menunjukkan kehadiran negara bagi Rizieq Shihab dan kelompoknya. Sebab, mereka tidak menghargai hukum dan institusi hukum.

“Polri harus mampu menegakkan hukum dan tidak terjebak pada manuver apa pun dari Rizieq Shihab dan kelompoknya di lapangan”, katanya.

Petrus terus mendorong Polri untuk berani menerapkan upaya paksa, yaitu menjadikan Rizieq Shihab tersangka, ditahan di Rutan, hingga membawanya ke hadapan persidangan Pengadilan sebagai Terdakwa.

Baca Juga:  Masyarakat Belu Antuasias Sambut Presiden Jokowi

“Upaya ini untuk mendapatkan keadilan dan kepastian hukum agar prinsip bahwa setiap orang sama di muka hukum benar-benar terwujud”, demikian Petrus.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar