oleh

Paguyuban Ile Ape Larantuka Bantu  Korban Erupsi Ile Lewotolok

LARANTUKA,  TIMORline.com-Paguyuban Keluarga Ile Ape yang saat ini bermukim di Larantuka, ibukota Kabupaten Flores Timur,  Rabu (02/12/2020) pagi  memberikan bantuan kepada para pengungsi korban erupsi Ile Lewotolok yang saat ini mengungsi di beberapa titik di Kota Lewoleba, ibukota Kabupaten Lembata.

Bantuan Paguyuban Ile Ape Larantuka sudah dikemas dalam dos dan siap diberangkatkan. (Foto: Mansetus Balawala/Timorline.com).

Bantuan dikirim melalui kapal motor penyeberangan Larantuka-Lewoleba yang kemudian diteruskan ke Posko Utama untuk diberikan kepada para pengungsi.

Bantuan yang dikemas dalam 15 dos itu berupa sembako dan kebutuhan lainnya seperti  shampo,  pasta gigi, sikat gigi, pempers  dan pakaian layak pakai serta masker sebanyak 4.000 lembar dan beberapa kebutuhan lainnya.

Bantuan ini didapatkan dari hasil penggalangan dana door to door kepada anak tanah Ile Ape,  baik yang tergabung dalam kelompok arisan maupu di luar kelompok arisan Ile Ape Larantuka, yang berlangsung selama dua hari setelah erupsi Ile Lewotolok  pada Minggu  (29/11/2020)  pukul 09.45 WITA.

Ketua Paguyuban Ile Ape Larantuka Arnold Langodai.

Terhadap respon dan kepedulian anak tanah Ile Ape yang ada di Larantuka untuk membantu sesama keluarga yang mengungsi saat ini,  Ketua Paguyuban Ile Ape Larantuka Drs  Arnold Langodai, melalui pesan whatsapp yang disampaikan  Selasa (01/12/2020)  pukul 20.35 WITA,  usai semua bantuan dibelanjakan dan dikemas dalam dos masing-masing,  menyampaikan terimakasih untuk semua yang telah menunjukan kepedulian dengan uluran tangannya dan semua yang berandil untuk pengaturan sampai pengiriman sumbangan.

“Malam bae. Makasih banyak untuk semua ina ama, kaka ari yg telah peduli dengan uluran tangannya dan semua yg berandil untuk pengaturan sampai pengiriman sumbangan itu,” tulis Langodai.

Untuk diketahui saat ini pemerintah Lembata meminta semua warga Ile Ape dan Ile Ape Timur untuk mengungsi ke  zona aman. Bahkan sejak Selasa (01/12), warga lima desa di wilayah tanjung diungsikan ke Lewoleba meski sebagian besar dari mereka masih bertahan.

Baca Juga:  Hasil Monitoring Tim Gugus Tugas Covid-19, Masyarakat NTT perlu Tahu Ini

Editor : Cyriakus Kiik
Penulis : Mansetus Balawala

Komentar