oleh

Di Perumahan Translok UPT Sanabibi: Gubernur NTT Bicara Pertanian, Air Bersih, Listrik dan Stunting

GUBERNUR NTT Viktor Bungtilu Laiskodat berkunjung ke Kabupaten Belu, belum lama ini. Beberapa tempat didatanginya. Antara lain di Perumahan Transmigrasi Lokal Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sanabibi di Desa Dafala Kecamatan Tasifeto Timur.

Di Dafala, Gubernur Viktor dan Penjabat (Pj) Bupati Belu Zakarias Moruk melakukan tatap muka dengan para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, para kepala desa dan masyarakat setempat.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Viktor bicara banyak hal. Ada motivasi dan penguatan untuk membangkitkan semangat masyarakat Kabupaten Belu berpartisipasi dalam pembangunan daerah.

Ada pula kiat-kiat yang diberikan kepada para pimpinan OPD bagaimana menggerakkan Kabupaten Belu maju.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Pj. Bupati Belu Zakarias Moruk bincang-bincang dengan para pejabat di tengah-tengah kebun tomat milik warga Perumahan Translok UPT Sanabibi Desa Dafala Kecamatan Tasifeto Timur. (Foto: Diskominfo Kabupaten Belu).

Menurut Gubernur Viktor, Kabupaten Belu ada potensi. Tetapi, potensi itu tidak ada manfaat yang memberi keuntungan apa-apa kalau tidak diolah secara baik. Potensi ini harus didukung anggaran yang memadai dan wawasan pimpinan daerah.

Banyak masalah yang ada di hadapan kita. Antara lain masalah pertanian, air bersih, listrik dan stunting.
Di bidang pertanian, Gubernur Viktor sangat bangga dengan para petani yang tinggal di Translok UPT Sanabibi.

Para petani di sini diakuinya sangat kreatif. Mereka menciptakan inovasi baru untuk membuat tanaman holtikultura secara moderen. “Ini merupakan prestasi yang baik”, katanya.

Saat itu, di hadapan masyarakat Gubernur Viktor meminta Dinas Transmigrasi bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertanian dan Dinas Perindustrian untuk membuka lahan yang lebih luas lagi. Sehingga, petani hortikultura di Translok UPT Sanabibi tidak hanya produksi tomat tetapi produksi juga saus tomat.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sedang memetik tomat hasil tanaman warga Perumahan Translok UPT Sanabibi Desa Dafala Kecamatan Tasifeto Timur. (Foto: Diskominfo Kabupaten Belu).

“Produksi tomat butuh sentuhan teknologi untuk produksi saus”, kata Gubernur Viktor.

Untuk saat ini, hal serius yang ada di hadapan masyarakat Kabupaten Belu adalah memasuki musim hujan. Untuk menghadapai musim ini, gubernur yang mantan anggota DPR RI asal Partai NasDem itu meminta Dinas Pertanian agar benih-benih bantuan kepada masyarakat segera distribusikan.

Baca Juga:  Bupati Belu Minta Perangkat Desa Selaraskan Pembangunan Desa dan Daerah

Kepada Penjabat Bupati Belu dan Kepala Dinas Pertanian agar sebelum turun hujan benih bantuan dan pupuk sudah di tangan para petani.

“Pastikan laporannya saya terima agar empat puluh ribu hektare lahan pada musim tanam ini dapat kita selesaikan dengan baik”, tandas Gubernur Viktor.

Untuk kebutuhan air bersih, Gubernur Viktor meminta dinas terkait untuk segera melakukan langkah-langkah proses pemboran air bawa tanah. Ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang dibutuhkan masyarakat.

Sebab, air bersih itu kebutuhan dasar masyarakat. Sehingga, segala macam cara harus dilakukan dinas terkait. Pimpinan wilayah di semua level harus bergerak untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyatakat.

Bagi Gubernur Viktor, dalam situasi sulit seperti musim kemarau panjang saat ini, masyarakat di mana-mana sangat kesulitan air bersih. Sehingga, dari waktu ke waktu, pemerintah di semua level harus mengatasinya.

“Jangan membiarkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah ternoda. Tetapi, masyarakat juga jangan atur-atur pemerintah. Sebab, pemerintah itu tahu apa yang dibutuhkan masyarakat”, katanya.

Khusus di lingkup Perumahan UPT Sanabibi, Gubernur Viktor menyatakan segera berkoordinasi dengan PLN untuk melakukan pemasangan jaringan listrik di perumahan tersebut. Sehingga, perumahan tersebut tidak menjadi rumah hantu pada malam hari.

Tentu, apa yang disampaikan Gubernur Viktor ini penting. Sehingga, dengan adanya terang listrik dapat membedakan rumah hantu dan rumah manusia.

Gubernur Viktor juga mengajak Kepala Dinas Kesehatan, para camat dan kepala desa untuk bekerjasama meminimalisir atau mengurangi stunting di Kabupaten Belu terutama di Kecamatan Tasifeto Timur. Sebab, stunting di kecamatan ini ternyata sangat tinggi.

Pj. Bupati Belu Zakarias Moruk sedang mengamati tanaman tomat milik warga Perumahan Translok UPT Sanabibi Desa Dafala Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu. (Foto: Diskominfo Kabupaten Belu).

Gubernur salah satu pemilik saham Artha Graha ini berharap stunting di NTT yang pada 2018 sebanyak 42 persen, pada akhir 2020 menurun 23,9 persen. Bahkan, pada akhir 2020 ini diharapkan dapat berkurang hingga 19-20 persen.

Baca Juga:  Kajati NTT Yulianto Bersemangat Tersangkakan Advokat Ali Antonius Tetapi Loyo Hadapi Absalom Sine Cs

Karena itulah Dinas Kesehatan Propinsi NTT maupun Kabupaten Belu harus bekerja ekstra untuk terapi para pengidap stunting dengan benar. Kalau ini terjadi, ini merupakan prestasi yang baik”, tandas Gubernur Viktor.

Gubernur yang dikenal tegas ini mengingatkan, memasuki musim hujan saat ini, orangtua diminta menjaga kebersihan lingkungan sekitar untuk menghindari berkembangnya nyamuk demam berdarah.

“Apabila anak-anak sakit panas sudah di atas tiga hari, segera bawa ke Puskesmas atau rumah sakit untuk segera ditangani”, katanya.

Karena itulah, Gubernur Viktor meminta Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan kabupaten untuk memberi sosialisasi kepada masyarakat guna memperhatikan kebersihan lingkungan.

“Masyarakat harus berada di lingkungan yang bersih untuk menghindari terjadinya perkembangbiakan nyamuk demam berdarah”, tandas Gubernur Viktor.

Pemerintah Propinsi dan masyarakat NTT patut berbangga. Sebab, di saat di seluruh belahan dunia mengalami masalah serius terhadap interaksi sosial, bahkan bertemu orang saja takut, tetapi di NTT tetap beraktivitas seperti biasa.

Interaksi sosial di NTT yang demikian, menurut Gubernur Viktor, merupakan rahmat yang perlu disyukuri. Sebab, meskipun NTT termiskin ke-3 di Indonesia tetapi para petani di lokasi Translok Sanabibi tetap bekerja seperti biasa.

“Petani yang rajin akan membuat NTT menjadi maju dan hebat. Kita perlu belajar banyak dari para petani”, tandasnya.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik (Layanan Publik ini terselenggara atas kerjasama TIMORline.com dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu).

Komentar