oleh

Kampanye di Wekmidar, SBS: Negara Tidak Boleh Kalah dengan Preman

WEKMIDAR, TIMORline.com-Calon Bupati (Cabup) Malaka Nomor Urut 2 Periode 2021-2026 dr Stefanus Bria Seran, MPH yang dikenal dengan SBS menegaskan, negara tidak boleh kalah dengan preman selama dan sesudah pelaksanaan Pilkada Malaka 9 Desember 2020.

Penegasan itu disampaikan Cabup SBS saat Kampanye Pertemuan Terbatas Pilkada Malaka 2020 di Titik 1 Desa Wekmidar, Selasa (01/12/2020).

Penegasan Cabup SBS ini untuk merespon riak-riak yang menyelimuti masyarakat Kabupaten Malaka selama masa kampanye Pilkada Malaka sejak 26 September dan akan berakhir pada 5 Desember 2020 ini.

Penyambutan Paslon SBS-WT di Wekmidar, Selasa (01/12/2020). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Cabup SBS mengungkapkan, selama kampanye Pilkada 2020, terjadi berbagai peristiwa pelanggaran hukum. Baik yang berkaitan dengan Pilkada maupun pelanggaran hukum pada umumnya.

Dalam Pilkada, misalnya, urai Cabup SBS, ada Paslon lain yang mengklaim diri telah menang Pilkada dan saat ini telah menjadi Bupati Malaka.

Untuk peristiwa pelanggaran hukum pidana umum, Cabup SBS mencontohkan, terjadi beberapa kasus penganiayaan terhadap warga Malaka. Bahkan, yang menjadi korban dalam beberapa peristiwa pelanggaran hukum pidana umum adalah para pendukung Paslon SBS-WT.

Setelah massa cuti kampanye selesai pada pada 5 Desember dan aktif kembali sebagai Bupati Malaka 2015-2021 pada keesokan harinya 6 Desember 2020, SBS akan melakukan rapat koordinasi dengan Polres Malaka, Kodim 1605/Belu, Satgas Pamtas RI-RDTL, Kejaksaan Negeri Belu dan Sat Pol PP.

“Kita rapat koordinasi supaya masyarakat Kabupaten Malaka tahu bahwa di Kabupaten Malaka ini ada negara. Negara tidak boleh kalah dengan preman”, tandas SBS.

Paslon SBS-WT berjalan masuk tenda kampanye di Wekmidar, Selasa (01/12/2020). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

SBS berkomitmen, Pilkada Malaka 9 Desember 2020 harus berjalan lancar, aman dan sukses. “Siapa pun tidak boleh ganggu pelaksanaan Pilkada Malaka. Preman-preman tidak boleh ganggu. Sehingga, sekali lagi, negara tidak boleh kalah dengan preman”, tegas SBS.

Baca Juga:  Tim Hukum Minta Polres Malaka Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Tim Kampanye Paslon SBS-WT

Untuk menjaga keamanan, kelancaran dan kesuksesan Pilkada, SBS mengaku sangat bertanggungjawab. Sebab, mulai 6 Desember 2020, dia sudah aktif kembali sebagai Bupati Malaka. Karena itu, saat hari ‘H’ Pilkada Malaka, SBS akan bersama-sama dengan wartawan Malaka memantau langsung pelaksanaan Pilkada Malaka 9 Desember 2020.

Siapa pun, termasuk para preman, tidak boleh ganggu Pilkada”, demikian SBS.

Dalam Pilkada Malaka 2020 ini, SBS berpasangan dengan Wendelinus Taolin atau WT. Keduanya diusung enam partai politik, yakni Partai Golkar, NasDem, Demokrat, Hanura, Gerindra dan PDI Perjuangan. Enam partai ini memiliki 20 kursi di DPRD Malaka.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar