oleh

Pertama di NTT, YKS Hadirkan Ambulans Laut untuk Masyarakat Flotim

LARANTUKA, TIMORline.com-Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) bakal menghadirkan kapal cepat yang mereka sebut dengan Ambulans Laut sebagai sarana transportasi rujukan cepat antar pulau di wilayah Kabupaten Flores Timur (Flotim) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehadiran Ambulans Laut ini akan menjadi yang pertama di NTT.

Rencana YKS menghadirkan Ambulans Laut ini didasarkan pada kondisi geografis Kabupaten Flotim yang terdiri dari wilayah kepulauan. Sebab, kondisi ini menjadi kendala tersendiri ketika ada pasien rujukan dari wilayah kepulauan terutama pasien emergensi yang membutuhkan pertolongan cepat.

Bahkan, ada kasus ibu hamil yang dirujuk melahirkan di atas kapal kayu dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Terhadap persoalan inilah, YKS kemudian bekerjasama dengan Kedutaan Jepang melalui proyek grassroots, mengadakan Ambulans Laut sebagai solusi cepat merujuk pasien dari wilayah kepulauan ke RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka.

Ambulans Laut ini nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas kesehatan standar, terutama untuk peralatan yang berkaitan dengan penanganan pasien gawat darurat.

Dalam zoom meeting yang dilakukan antara YKS, Kedutaan Jepang dan Dinas Kesehatan Flotim belum lama ini, Kano Bronson dari Kedutaan Jepang menyampaikan bahwa rencana ini akan mulai direalisasikan pada Maret 2021 melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Keduataan Jepang dan YKS.

Kano berharap kehadiran “Ambulans Laut” dapat membantu mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat Flotim dan berharap pemerintah Kabupaten Flotim dapat memikirkan cara terbaik untuk memberikan layanan “Ambulans Laut” secara gratis.

Kepala Dinas Kesehatan Flotim dr. Ogie Silimalar dalam kesempatan itu mengapresiasi pihak Keduataan Jepang di Indonesia yang mau membantu Ambulans Laut melalui YKS sebagai sarana transportasi rujukan cepat yang menghubungkan wilayah kepulauan dengan rumah sakit rujukan di Larantuka.

Baca Juga:  Panen Perdana Rumput Laut Kelompok Dampingan YKS Hasilkan 2,70 Ton

“Saya berharap kemesraan antara Kedutaan Jepang, YKS dan Dinas Kesehatan Flores Timur, tidak hanya habis sampai di titik ini tapi keintiman ini terus dibangun untuk kerjasama dalam bentuk lainnya,” harap dr. Ogie.

Menjawab pertanyaan dari Kedutaan Jepang soal titik labuh “Ambulans Laut”, Ogie menjelaskan, kemungkinan tidak bisa berlabuh tetap di satu titik tertentu karena Ambulans Laut akan mobile melayani masyarakat.

“Bisa saja hari ini Ambulans Laut bersandar di Solor, besok di Adonara dan Lusa di Larantuka. Jadi, ambulans lautnya mobile sehingga bisa sandar di mana saja karena di Flores Timur itu banyak dermaga,” jelas Ogie.

Penangungjawab YKS Mansetus Balawala, mengatakan, bantuan “Ambulans Laut” ini sesungguhnya merupakan realisasi dari Kedutaan Jepang terhadap permintaan YKS saat acara Launcing Program Ambulans Motor 2019 lalu di Larantuka.

Saat itu, YKS menyampaikan permintaan kepada Sekretaris II Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yoshida, yang secara khusus datang ke Larantuka menghadiri upacara Launching Program Ambulans Motor saat itu.

“Jadi, rencana kehadiran Ambulans Laut ini merupakan realisasi dari permintaan YKS kepada Kedutaan Jepang tahun lalu, saat niat ini disampaikan Oktober 2019 lalu. Mudah-mudahan kerjasama ini terus berlanjut dalam bidang lain juga,” pinta Mansetus.

Kerjasama antara YKS dan Kedutaan Jepang juga pernah dilakukan sebelumnya dalam Pogram Ambulans Motor untuk penjangkauan layanan kesehatan di pedesaan. Dalam kerjasama ini, Kedutaan Jepang memberikan bantuan berupa 3 unit Mobil Ambulans dan 11 unit sepeda motor Honda CRF 150.

YKS adalah organisasi non pemerintah yang bertujuan mengembangkan Manajemen Sarana Transportasi khususnya Pengelolaan Zero Breakdown Motor Cycle untuk mendekatkan dan meningkatkan pelayanan kesehatan, memberikan pendidikan dan informasi kesehatan kepada masyarakat di daerah pedesaan menggunakan kendaraan bermotor.

Baca Juga:  Calon Anggota DPD Martinus Siki Diurapi secara Adat di Uma Metan Manehat Kala Mauk-Malaka

YKS didirikan 2000 dan didasarkan atas kenyataan bahwa masih banyak masyarakat di daerah pedesaan kurang memiliki akses terhadap fasilitas dan pelayanan kesehatan, karena kurangnya sarana transportasi.

Sementara itu, tidak semua petugas kesehatan memiliki kendaraan yang bisa digunakan untuk menjangkau desa-desa. Akibatnya masih banyak orang di daerah pedesaan menderita. Bahkan, meninggal dari penyakit atau pun kasus yang sebetulnya bisa ditangani.

Editor : Cyriakus Kiik
Penulis : Mansetus Balawala

Komentar