oleh

Pemkab Malaka Jajaki Kerjasama dengan Rumah Sakit Kota Kupang dan Kefamenanu

NUROBO, TIMORline.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Kota Kupang dan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Penjajakan kerjasama itu sehubungan rencana pemberian penjaminan kesehatan berupa pengobatan gratis bagi mahasiswa-mahasiswi diaspora asal Kabupaten Malaka yang saat ini menyebar di seluruh wilayah Kota Kupang dan Kabupaten TTU.

Hal ini diungkapkan Pasangan Calon (Paslon) Nomor 2 dr Stefanus Bria Seran, MPH-Wendelinus Taolin atau SBS-WT dalam Kampanye Pertemuan Terbatas di Kecamatan Laenmanen, Jumat (27/11/2020).

Kampanye di kecamatan ini berlangsung di dua desa, yakni Desa Tesa dan Meotroi dengan sebaran lima titik. Tiga titik di antaranya di Desa Tesa, sedangkan dua titik lainnya di Desa Meotroi.

Antusiasme masyarakat Dusun Aitiris Desa Meotroi Kecamatan Laenmanen menyambut kedatangan Paslon SBS-WT untuk berkampanye di dusun ini, Jumat (27/11/2020). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Di hadapan massa kampanye di setiap titik, Calon Bupati (Cabup) SBS menegaskan, saat ini banyak mahasiswa dan mahasiswi asal Kabupaten Malaka yang kuliah di Kota Kupang dan Kefamenanu.

Kepada mereka perlu diberikan jaminan kesehatan. Sehingga, orangtua tidak perlu takut saat anak-anaknya sakit. Tetapi, pihak Pemkab Malaka perlu mendiskusikan dan melakukan kajian terlebih dahulu terhadap rencana tersebut.

Selain diskusi dan kajian, pihak Pemkab Malaka segera membangun komunikasi dengan Pemerintah Kota Kupang dan Kabupaten TTU untuk memastikan apakah Pemkab Malaka bisa melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kota Kupang dan Pemkab TTU atau tidak.

“Kita punya anak-anak paling banyak kuliah di Kota Kupang dan Kefa. Kita upayakan untuk ada jaminan kesehatan berupa pengobatan gratis menggunakan KTP elektronik”, tandas Cabup SBS.

Dengan cara itu, jelas SBS, orangtua tidak perlu takut saat anaknya sakit. “Kita tidak berharap anak-anak kita sakit tetapi perlu ada jaminan kesehatan bagi mereka. Untuk awal ini, cukup anak-anak kita yang ada di Kota Kupang dan Kefa, daerah lainnya menyusul”, demikian SBS.

Baca Juga:  Tim Gugus Tugas Covid-19 Malbar Bagi-bagi Masker kepada Wartawan

Pengobatan gratis merupakan program unggulan SBS bagi masyarakat Kabupaten Malaka selama memimpin daerah ini lima tahun terakhir.

Caranya, masyarakat yang sakit dan mau berobat, bawa saja KTP Elektronik Kabupaten Malaka dan tunjukkan kepada petugas.

“Hanya membawa KTP Elektronik Kabupaten Malaka, bapak mama berobat secara gratis di semua Puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Malaka. Bagi pasien rujukan, bisa berobat di RSUD Mgr Gabriel Manek, SVD Atambua dan RSUD Prof WZ Johannis Kupang”, demikian SBS.

Suasana kampanye SBS-WT di Dusun Aitiris Desa Meotroi Kecamatan Laenmanen, Jumat (27/11/2020). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

SBS sendiri berkomitmen untuk melanjutkan program unggulan pengobatan gratis ini bila terpilih lagi menjadi Bupati Malaka Periode 2021-2026 bersama WT sebagai Wakil Bupati.

Selama kampanye, Paslon SBS-WT mendapat banyak kesaksian dari masyarakat Malaka yang sudah mengalami pengobatan gratis dengan hanya membawa KTP Elektronik.

Antara lain, di Desa Bonibais dan Desa Meotroi. Di Desa Bonibais, saat kampanye di Sonaf Rafau, seorang ibu bersaksi kalau saat melahirkan di RSUD Atambua, tagihan biaya pengobatannya Rp10.873.000. Tetapi, dia dan keluarga tidak bayar satu rupiah pun setelah menunjukkan KTP Elektronik Kabupaten Malaka kepada petugas rumah sakit.

Kesaksian serupa dilakukan seorang bapak saat kampanye di Titik 5 Dusun Aitiris Desa Meotroi pada Jumat (27/11/2020). Di sini, di hadapan massa kampanye yang hadir, seorang bapak bilang, biaya tagihan operasi bersalin istrinya Rp8 juta. Tetapi, dengan hanya menunjukkan KTP Elektronik, dia bersama istri dan keluarga tidak bayar satu rupiah pun.

Kejadian lainnya di RSUPP Betun, beberapa hari lalu sebagaimana diceritakan Cabup SBS kepada massa kampanye yang hadir. Di sini, ada seorang ibu berobat selama 38 hari. Setelah sembuh dan mau keluar, tagihan biaya pengobatannya Rp98 juta. Tetapi, pasien bersangkutan bersama keluarga tidak bayar satu rupiah pun setelah menunjukkan KTP Elektronik Kabupaten Malaka.

Baca Juga:  Jurkam Partai Golkar: Program SBS Luar Biasa, Adrianus BS: Lanjutkan

“Bupati yang baik begini tooo. . . Mau baik yang bagaimana lagi”, kata Cabup SBS disambut tawa riuh dan tepukan tangan meriah massa kampanye yang hadir.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar