oleh

YDBA dan Kades Pasir Wetan Tandatangan MoU Pembinaan Industri  Pande Besi & Bengkel Roda 4

JAKARTA, TIMORline.com-Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) diwakili Kepala Departemen Planning & Development YDBA Edison Monoarfa bersama Kepala Desa Pasir Wetan Kabupaten Banyumas Hj. Endriyani dan 2 UMKM Pilot Binaan YDBA, Sutanto dan Fajar Tri Anggoro menandatangani Kesepakatan Bersama/Memorandum of Understanding (MoU) Program Pembinaan Industri Pande Besi dan Bengkel Roda 4 di Kabupaten Banyumas Propinsi Jawa Tengah (Jateng), Rabu (25/12/2020).

Penandatanganan disaksikan secara virtual oleh Ketua Pengurus YDBA Sigit P. Kumala, Head of Environment & Social Responsibility Divison PT Astra International Tbk Diah Suran
Febrianti dan Staf Khusus Menteri Bidang Hukum, Pengawasan Koperasi dan Pembiayaan
Kementerian Koperasi dan UKM RI, Agus Santoso.

Hadir pula dalam kegiatan ini, Kepala Bidang Dinas Pertanian & Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas Eka Budhi, Wakil Ketua Umum Koperasi Astra International Bambang
Wijanarko, Sekretaris Pengurus YDBA Ida R. M. Sigalingging, Bendahara Pengurus YDBA Handoko Pranoto dan Advisor YDBA Tonny Sumartono.

Penandatanganan MoU ini dirangkaikan dengan peresmian Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) sebagai Cabang YDBA di Banyumas. LPB ini merupakan LPB aktif ke-14 yang didirikan YDBA.

Sebelumnya, YDBA  mendirikan 13 LPB Mataram, Waru Sidoarjo, Yogyakarta, Klaten, Solo, Tegal, Tarikolot Citeureup Bogor, Sangatta, Bontang, Paser, Tapin dan Tabalong.

Kehadiran industri Pande Besi dan Bengkel Roda 4 di Banyumas merupakan industri yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Hal tersebut didukung dengan adanya komitmen dan konsistensi para UMKM dalam mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan oleh YDBA.

Komitmen dan konsistensi tersebut menjadi modal awal YDBA dalam melakukan pembinaan secara konsisten untuk menjadikan UMKM tersebut Mandiri dan Naik Kelas.

Sejak 10 Maret 2020, YDBA telah melakukan sosialisasi program pembinaan kepada UMKM di Banyumas. Sebanyak 17 UMKM Pande Besi dan 25 UMKM Bengkel Roda 4 berkomitmen
mengikuti program pembinaan YDBA.

Baca Juga:  12 Regu Dharma Wanita se-Kabupaten Malaka Ikut Lomba Paduan Suara

Berbagai program pun telah YDBA selenggarakan untuk UMKM tersebut, antara lain Pelatihan Mentalitas Dasar, Pelatihan dan Pendampingan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin).

Ketua Pengurus YDBA Sigit P. Kumala dalam sambutannya berharap, dengan diselenggarakannya penandatanganan kesepakatan bersama antara YDBA dan UMKM didukung dengan diresmikannya LPB YDBA di Banyumas, para UMKM dapat mengoptimalkan program tersebut guna mendukung UMKM menjadi mandiri dan naik.

Sekilas Tentang YDBA
YDBA merupakan yayasan yang didirikan oleh pendiri Astra, William Soeryadjaya pada 1980 dengan filosofi ‘Berikan Kail Bukan Ikan’.

YDBA didirikan sebagai komitmen Astra untuk berperan  aktif dalam membangun bangsa, seperti yang diamanatkan dalam butir pertama filosofi Astra, Catur Dharma, yaitu “Menjadi Milik yang bermanfaat bagi Bangsa dan Negara”.

YDBA menjalankan program tanggungjawab sosial Astra dengan fokus pada pembinaan UMKM yang meliputi UMKM manufaktur, baik terkait value chain bisnis Astra, maupun yang tidak terkait, bengkel umum roda empat dan roda dua, pengrajin dan petani.

Berlandaskan Operating Valuesnya, yaitu Compassionate, Adaptive, Responsible dan Excellent, YDBA memberikan pelatihan dan
pendampingan kepada UMKM untuk naik kelas dan mencapai kemandiriannya.

Pelatihan akan lebih efektif, jika dilengkapi pendampingan di lapangan melalui 14 cabang YDBA yang disebut dengan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB), berlokasi di Mataram, Nusa Tenggara Barat; Sidoarjo, Jawa Timur; Yogyakarta, DIY; Klaten, Jawa Tengah; Solo, Jawa Tengah; Tegal, Jawa Tengah; Banyumas, Jawa Tengah; Tarikolot Citeureup Bogor; Sangatta, Kalimantan Timur; Bontang, Kalimantan Timur; Paser, Kalimantan Timur; Tapin, Kalimantan Selatan dan Tabalong, Kalimantan Selatan.

Hingga Desember 2019, YDBA telah memberikan pembinaan kepada 11.332 UMKM, 899 UMKM di antaranya merupakan UMKM di Bidang Manufaktur, 1.914 di Bidang Bengkel Roda-2 dan Roda-4, 3.134 di Bidang Kerajinan, 1.130 di Bidang Pertanian dan sekira 4000-an UMKM binaan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang telah  diserahkan ke stakeholder/partner dalam program pembinaannya.

Baca Juga:  Jadi Penjabat Kades, Minggus Manek: RPM Memartabatkan Masyarakat Babotin

YDBA secara tidak langsung juga telah menciptakan 69.860 lapangan pekerjaan melalui UMKM yang difasilitasinya.

Editor: Cyriakus Kiik
Penulis: Mansetus Balawala (*/pt astra internasional tbk)

Komentar