oleh

Jalan Sabuk Merah Perbatasan Timor di Malaka Rusak Parah

BETUN, TIMORline.com-Jalan sabuk merah Perbatasan Timor tepatnya di Desa Alas dan  Desa Kota Biru Kecamatan Kobalima Timur Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selama 2-3 tahun terakhir  rusak parah.

Merespon kondisi itu, terhitung mulai Rabu (18/11/2020) siang, titik jalan di Desa Kota Biru diperbaiki pihak kontraktor. Di desa ini, kerusakan terjadi di dua titik di Dusun Talioan.

Terpantau, di dua titik itu,  kegiatan pekerjaan sedang berjalan. Di salah satu  titik, baru dilakukan pembersihan. Ini jalan alternatif supaya jalan utama bisa diperbaiki. Soalnya, di titik ini selama dua tahun terakhir rusak parah. Meskipun sebagian badan jalan masih bisa dilewati.

Karena letaknya tepat di tikungan,  pihak kontraktor membentang material berupa batu utuh berukuran kecil dan batu pecah di sebagian badan jalan. Sedangkan sebagian badan jalan lainnya masih bisa digunakan warga pelintas.

Bentangan material itu juga sekaligus sebagai tanda hati-hati bagi para pelintas. Sebab, jalannya saat ini sedang diperbaiki.

Bentangan material berupa batu utuh berukuran kecil dan batu pecah du badan jalan. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Pekerjaan  kontraktor ini menjadi tontonan menarik warga sekitar. Mereka berdiri di sepanjang bahu jalan. Bahkan, ada yang duduk lesehan di bahu jalan. Mereka merokok sambil menonton aktivitas operator exavator.

Belasan politisi Kabupaten Malaka yang sedang menunggu berakhirnya kampanye  salah satu Pasangan Calon (Paslon)  Bupati dan Wakil Bupati Malaka Periode 2021-2026 juga tak ketinggalan menonton.

Puluhan aparat kepolisian yang ikut melakukan pengamanan terhadap pelaksanaan kampanye di sepanjang titik itu juga demikian.

Satu titik jalan lain letaknya di batas Desa Alas dan Kota Biru yang tak jauh dari rumah adat setempat, tepatnya di Dusun Lalimarin Desa Kota Biru. Di sini,  kegiatan pekerjaan sudah berlangsung lama. Sebuah exavator sedang beroperasi.

Terpantau, badan jalan mengalami longsoran besar-besaran. Sehingga, secara kasat mata, terlihat kondisi jalan di titik ini tidak layak pakai.

Kontraktor sedang memperbaiki jalan di titik Dusun Lalimarin Desa Kota Biru Kecamatan Kobalima Timur. Gambar diambil, Rabu (18/11/2020). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Oleh kontraktor, badan jalan utama digaruk baik-baik untuk bisa dilewati. Tetapi, warga yang lewat di sini terutama para pengendara dan kendaraan berbeban berat harus ekstra  hati-hati. Sebab, permukaan jalannya berbentuk legong, retak-retak dan mudah longsor.

Sekira 50 meter dari titik dua Desa Kota Biru ini, di wilayah Dusun Lo’oklot Desa Alas terdapat badan jalan yang rusak parah sejak hampir tiga tahun terakhir. Tetapi, sampai sekarang belum diperbaiki.

Kerusakan terjadi karena permukaan jalan mengalami retak-retak, bergeser dan longsor. Di sini, pelintas hanya memanfaatkan salah satu sisi bahu jalan untuk lewat. Baik pejalan kaki, pengendara maupun kendaraan yang berbeban berat.

Sekretaris Desa Kota Biru Rikhardus Bouk yang dihubungi melalui telp selulernya, Minggu (22/11/2020) sore, mengatakan, titik jalan yang sedang dikerjakan itu sudah rusak lama.

“Permukaan jalan mengalami pergeseran karena longsor. Kita bingung karena jalan ini rusak sudah lama tapi baru diperbaiki. Hanya kita di desa ini tidak tahu. Kita hanya tahu ini jalan sabuk merah. Orang di atas lebih tahu”, kata Rikhardus.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar