oleh

YPTI, YPII dan Pemkab Malaka Adakan Evaluasi MKGS

BETUN, TIMORline.com-Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI) dalam kemitraan dengan Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPII) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka melakukan Evaluasi Monitoring Kesetaraan Gender dalam Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (MKGS) di Hotel Ramayana Dusun Krey Desa Umanen Lawalu Kecamatan Malaka Tengah, Betun, Jumat (20/11/2020).

Jemris Betty dari Plan Internasional (depan berdiri) saat memfasilitasi kegiatan MKGS di Hotel Ramayana, Betun, Jumat (20/11/2020). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Hadir sebagai fasilitator adalah Jemris Betty dari Plan Internasional. Menurut Jemris, indikator keberhasilan MKGS adalah adanya pembagian beban kerja STBM dalam rumah tangga, dan
adanya partisipasi dalam kegiatan STBM di masyarakat.

Selain itu, perlu adanya pengambilan keputusan bersama dalam rumah tangga, dan adanya kepemimpinan perempuan dalam kegiatan STBM di masyarakat.

Jemris kemudian bersama-sama dengan peserta yang hadir membedah indikator-indikator itu satu per satu.

Untuk pembagian beban kerja dalam rumah tangga, misalnya, Jemris mengungkapkan, laki-laki maupun perempuan masing-masing bilang beban kerjanya lebih banyak.

“Dalam budaya matrilinial, perempuan dibilang paling berhak dan berwewenang tetapi praktiknya justru laki-laki yang berkuasa, perempuan tetap dijajah laki-laki pula”, kata Jemris dalam nada canda.

Suasana kegiatan MKGS di Hotel Ramayana, Betun, Jumat (20/11/2020). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Jemris juga mengungkapkan, dalam banyak hal, laki-laki masih mendominasi perempuan. Perempuan bahkan masih dipandang sebagai makluk nomor dua.

Untuk memperoleh indikator-indikator itu, Jemris mengungkap langkah-langkahnya. Antara lain, adanya persiapan awal dan identifikasi beban kerja dan proses pengambilan keputusan dan STBM.

Selain itu, perlu adanya partisipasi kelompok laki-laki dan perempuan dalam mengkaji aspirasi kesetaraan gender. Pun perlu membagi pengalaman keberhasilan.

Direktur YPTI Vincentius Kiabeda saat memfasilitasi kegiatan MKGS di Hotel Ramayana, Betun, Jumat (20/11/2020). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Di akhir kegiatan, fasilitator dan para peserta menyepakati lima desa di Kabupaten Malaka sebagai tempat pelaksanaan Monitoring Kesetaraan Gender STBM (MKGS). Selain tempat, disepakati pula waktu pelaksanaan, fasilitator dan peserta.

Kelima desa itu adalah:
1. Desa Tunabesi-Kecamatan Io Kufeu, kegiatannya dilaksanakan pada 14 Desember di Kantor Desa;
2. Desa Fafoe-Kecamatan Malaka Barat, kegiatannya dilaksanakan pada 15 Desember di Kantor Desa;
3. Desa Tniumanu-Kecamatan Laenmanen, kegiatannya dilaksanakan pada 16 Desember di Kantor Desa;
4. Desa Wehali-Kecamatan Malaka Tengah, kegiatannya dilaksanakan pada 17 Desember di Rumah Kepala Desa;
5. Desa Kusa-Kecamatan Malaka Timur, kegiatannya dilaksanakan pada 18 Desember di Kantor Desa.

Direktur Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI) Vincentius Kiabeda mengatakan, dalam pengalaman sama ini, peserta kegiatan sedikit cuek saat identifikasi masalah. Saat evaluasi baru ketahuan kalau MKGS itu penting dan sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Karena itu, dalam pelaksanaan MKGS nanti, yang perlu dihadirkan sebagai peserta adalah laki-laki muda, perempuan muda, laki-laki paruh baya, perempuan paruh baya, laki-laki lansia, perempuan lansia, keluarga laki-laki dan keluarga perempuan.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Puskesmas, Ketua Tim Penggerak PKK dan Sanitarian.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar