oleh

TNI dan Pemerintah Bersinergi Menarik Wisatawan ke Kabupaten Belu

GUBERNUR Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat tidak pernah diam. Sejak memimpin daerah ini pertengahan 2019, Gubernur Viktor terus mendorong kreativitas masyarakat melalui inovasi baru-inovasi baru di berbagai sektor.

Salah satu sektornya adalah pariwisata. Baginya, partisipasi masyarakat merupakan kekuatan utama pengembangan pariwisata. Karena itu pemerintah dan pihak swasta harus bersinergi. Perlu ada inovasi baru-inovasi baru yang menarik wisatawan.

Kunjungan Gubernur Viktor ke Lokasi Wisata Telaga Tobir pada Senin (16/11/2020) di Markas Komando Batalyon Infanteri (Yonif) Raider Khusus 744/SYB Desa Manleten Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu menunjukkan perhatian dan motivasi berharga terhadap inovasi yang ditunjukka TNI yang berada di Perbatasan Timor.

Dalam sambutannya, Gubernur Viktor mengaku sangat mengagumi inovasi baru Yonif Raider Khusus 744/SYB bersama seluruh anggotanya dalam membangun tempat pariwisata di lokasi Yonif tersebut.

Gubernur Viktor bahkan bersama Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Belu Zakarias Moruk melakukan penaburan benih ikan di lokasi wisata telaga tersebut.

“Awal menjadi gubernur, pariwisata menjadi penggerak utama pembangunan di NTT. Tetapi, banyak orang masih belum memahami apa itu pariwisata”, terang Gubernur Viktor.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Pjs. Bupati Belu Zakarias Moruk dan Komandan Yonif Raider Khusus 744/SYB Tobir Letkol Inf Alfat Denny Andrian, Senin (16/11/2020). (Foto: Istimewa).

Baginya, pariwisata itu perilaku manusia yang membuat manusia kagum. Sebagai salah satu elemen pembangunan, Komandan Yonif 744 dan seluruh anggotanya telah membuat masyarakat Kabupaten Belu kagum terhadap kehadiran militer di Perbatasan Timor.

Menurut mantan anggota DPR RI asal Partai NasDem ini, apa yang dilakukan Yonif 744 ini harus menjadi contoh bagi dinas-dinas lainnya atau pihak swasta. Sehingga, bibit ikan akan dibantu dan dikirim Pemerintah Propinsi.

Untuk kondisi saat ini, Gubernur Viktor mengimbau pengunjung yang datang dipastikan telah melakukan rapid test dan tidak menunjukkan reaktif terhadap virus corona.

“Ini menjadi alasan untuk kita tidak perlu ragu karena yang masuk di lokasi ini dapat terpantau secara administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Kita mengharapkan objek wisata Yonif 744 ini sudah bisa dibuka pada Januari-Pebruari 2021”, harap Gubernur Viktor.

Dijelaskan, secara ekonomi objek wisata ini bisa bertumbuh dan bisa direvitalisasi di tempat lain. Sebab, pekerjaan TNI selain sebagai alat negara tetapi juga harus terus bersama rakyat tumbuh dari rakyat.

“Seluruh kehidupan rakyat dari sektor pariwisata, pertanian, peternakan dan lainnya adalah tugas utama TNI untuk membantu memberikan pertumbuhan ekonomi negara”, demikian Gubernur Viktor.

Pemilik Yayasan Victory ini mengaku hadir untuk melihat situasi di Markas Yonif 744. “Saya bersama staf sangat kagum. Ini suatu inovasi baru untuk kami yang dapat dikembangkan di instansi-instansi pemerintahan yang ada di Propinsi NTT”, tandas Gubernur Viktor.

“Saya dorong Pak Danyon dan anggota untuk melatih dan bekerjasama dengan Pemerintah Propinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten untuk menunjukkan inovasi baru-inovasi baru bagi masyarakat”, tandas Gubernur Viktor.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (kedua dari kiri) mendapat cindera mata dari Komandan Yonif Raider Khusus 744/SYB Tobir Letkol Inf Alfat Denny Andrian (kanan), Senin (16/11/2020). (Foto: Istimewa).

Menurut dia, saat ini ada beberapa tempat yang akan dibangun playing box. Sebab, tempat-tempat itu memberikan daya tarik pariwisata yang luar biasa.

“Saya titip daerah ini buat Pak Danyon dan seluruh anggota untuk berpartisipasi membantu masyarakat petani dalam mengembangkan perekonomiannya di sektor pertanian dan pariwisata”, katanya.

Komandan Yonif 744/SYB Letkol Inf Alfat Denny Andrian berterimakasih kepada Gubernur NTT dan rombongan yang telah mengunjungi Markas Yonif 744.

“Kunjungan ini merupakan kehormatan bagi kami. Sebab, sebagai instansi militer, para jenderal biasa datang ke sini. Itu sudah biasa. Tetapi, sejak hadirnya 744 di Tobir, Bapak Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat merupakan pimpinan Propinsi NTT pertama yang mengunjungi batalyon ini,” ungkapnya.

Komandan Andrian mengharapkan Gubernur Viktor selalu mengingat batalyon ini dan tidak mudah lupa.

“Bapak Gubernur, kami sudah konsepkan area ini untuk dikembangkan menjadi daerah pariwisata”, tandas Komandan Andrian.

Dia mengharapkan adanya dukungan Gubernur Viktor untuk mengembangkan lokasi pariwisata yang ada di Kompleks 744 Tobir ini.

“Lokasi ini merupakan aset pariwisata yang ada di Kabupaten Belu selain Fulan Fehan Lamaknen dan Patung Bunda Maria di Teluk Gurita Atapupu,” demikian Komandan Andrian.

Editor: Cyriakus Kiik (Layanan Publik ini terselenggara atas kerjasama media online TIMORline.com dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu).

Komentar