oleh

Hari Ini, Kuasa Hukum SBS-WT Adukan Ketua KPU Malaka ke Bawaslu

BETUN, TIMORline.com-Tim Kuasa Hukum Pasangan Calon (Paslon) Nomor 2 dr Stefanus Bria Seran, MPH dan Wendelinus Taolin yang dikenal dengan SBS-WT berencana mengadukan Ketua KPU Malaka Makarius Bere Nahak ke Bawaslu setempat.

Sebab, Ketua KPU Makarius diduga kuat memihak Paslon tertentu. Hal itu sesuai bukti-bukti yang dimiliki timnya baik berupa foto, video maupun CCTV yang bersesuaian dengan keterangan para saksi.

Paulus Seran Tahu, SH, MHum yang menghubungi TIMORline.com, Rabu (18/11/2020) pagi, menjelaskan, sesuai bukti-bukti yang dimiliki timnya, Ketua KPU Makarius hadir dalam kampanye Paslon tertentu dalam beberapa kesempatan.

Ketua KPU Makarius bahkan diduga kuat aktif mengikuti dan berada di tengah-tengah konvoi massa kampanye Paslon tertentu.

Posisi Ketua KPU Makarius yang demikian, kata Paulus, membuktikan kalau dalam jabatannya yang juga melekat nama lembaga, tidak netral sebagai penyelenggara.

“Karena Ketua KPU tidak netral, jelas Paslon kami SBS-WT dirugikan. Dugaan ketidaknetralan itulah yang mendorong kami untuk membuat laporan ke Bawaslu hari ini”, tandas Paulus Seran Tahu yang diakrabi Polce itu.

Dalam pengaduan hari ini, Polce bersama timnya akan bersama-sama dengan sejumlah pemuda militan SBS-WT sebagai saksi di tempat kejadian perkara (TKP) mengadukan Ketua KPU Makarius ke Bawaslu. Antara lain saat kampanye Paslon tertentu di Desa Weoe Kecamatan Wewiku pada Jumat, 13 Nopember 2020.

Pada saat itu, Ketua KPU Makarius terlihat ikut dalam konvoi Paslon SN-KT. Padahal, sejatinya Ketua KPU Makarius tidak berada dalam massa konvoi Paslon SN-KT. Sebaliknya, bisa menempuh jalur utama.

Ketua KPU Makarius juga terlihat menyetir sendiri mobilnya saat ini. Bahkan, di dalam mobil dinas tersebut diduga terdapat sejumlah warga Desa Weulun yang menurut pengetahuan warga merupakan pendukung Paslon SN-KT yang sedang berkampanye.

Salah satu di antaranya diduga memiliki hubungan kekerabatan dengan isteri Ketua KPU Makarius.

Dari mobil tersebut, diduga kuat ada tangan yang keluar yang menunjukkan simbol mendukung Paslon SN-KT. Hal ini yang kemudian memancing para pemuda di sekitar untuk bereaksi membalas simbol tersebut.

Teman tim hukum lainnya, Primus Seran Taek, SH, MH mengatakan, timnya tidak diam merespon kegiatan-kegiatan penyelenggara yang memihak Paslon tertentu.

“Kalau penyelenggara merugikan Paslon kita, SBS-WT, pasti kita laporkan ke pihak berwenang untuk diproses lebih lanjut. Penyelenggara harus tahu tugas dan fungsinya, jangan jadi tim sukses”, demikian Primus.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

 

Komentar