oleh

Gubernur NTT Panen Perdana Garam Industri Malaka

BETUN, TIMORline.com-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan panen perdana garam industri Kabupaten Malaka, tepatnya di Desa Rabasa Kecamatan Malaka Barat, Sabtu (14/11/2020).

Panen perdana ini ditandai dengan pemindahan garam dari tumpukan garam menggunakan skop ke dalam wadah yang sudah disiapkan berupa kereta angkut barang.

Dalam arahannya kepada para pejabat dan masyarakat Malaka, Gubernur Viktor berharap garam industri Malaka dapat meningkatkan kebutuhan garam nasional.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat mendorong wadah berupa kereta angkut barang berisi garam membawanya di tepian tambak saat panen perdana garam Kabupaten Malaka di Desa Rabasa Kecamatan Malaka Barat, Sabtu (14/11/2020). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Menurut Gubernur Viktor, garam adalah emas putih yang dimiliki bangsa Indonesia. “Kita harap garam Malaka berkembang baik. Sehingga, garam Malaka dapat mengisi kekosongan target kebutuhan garam nasional”, kata Gubernur Viktor.

Gubernur besutan Partai NasDem itu menjelaskan, setiap tahun Indonesia masih mengimpor garam 2,7 juta ton dari luar negeri.

Karena itulah Gubernur Viktor sangat mengharapkan  garam Malaka berkembang baik. Sehingga, pada 2022 kekosongan target kebutuhan garam nasional 500.000 ton dapat diisi dengan hasil panen garam NTT baik dari Flores, Sabu Raijua, Rote Ndao maupun Pulau Timor.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (kedua dari kanan) saat bincang-bincang dengan Direktur PT Inti Daya Kencana (IDK) Harry Kristanto disaksikan sejumlah pejabat di tambak garam Desa Rabasa Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka, Sabtu (14/11/2020). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Gubernur Viktor tahu kalau penambangan garam di mana saja ada pro kontra. Tetapi, pro kontra  itu biasa saja. Pro kontra itu juga ada di negara ini. Bahkan, di Surga pun ada pro kontra.

Kalau ada yang menghadang, tandas Gubernur Viktor, dia akan berada di depan para pengusaha untuk berhadapan dengan mereka yang menghadang masuknya investasi di NTT.

“Saya tidak ada di belakang atau di dekat pengusaha. Tetapi, saya berada di depan pengusaha  menjawab apa pun yang akan mengganggu para pengusaha untuk berdiri tegak, aman dan tenteram menjalankan usahanya, kecuali pengusaha hancur”, demikian Gubernur Viktor.

Direktur PT IDK Harry Kristanto selaku investor penambang garam di Kabupaten Malaka mengatakan, sebenarnya panen raya garam ini sudah dilakukan tahun lalu. Tetapi karena alam, panen baru bisa dilakukan tahun ini.

Harry menguraikan, tambak garam yang sedang dikembangkannya ada di Desa Weoe seluas 300 hektar dan  Desa Rabasa seluas 200 hektar.

“Yang 300 hektar itu selesai Desember ini. Sedangkan yang 200 hektar di sini kita kembangkan tahun depan menjadi 400 hektar. Bahkan, bila memungkinkan melalui perizinan, kita kembangkan yang 400 hektar ini menjadi 800 hektar”, jelas Harry.

Selain Gubernur Viktor, tampak hadir Deputi Bidang Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Direktur PT Inti Daya Kencana (IDK) Harry Kristanto, Pjs. Bupati Malaka dr Meserasi Ataupah, Sekkab Malaka Donatus Bere, Kapolres Malaka AKBP Albert Neno, Dandim 1605/Belu Letkol Inf Wiji Untoro,  para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Kabupaten Malaka dan masyarakat sekitar.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar