oleh

Format Surat Dakwaan Terdakwa Jonas Salean Diduga Copas, Petrus Selestinus: Kejati NTT harus Bertanggungjawab

Koordinator TPDI Petrus Selestinus

KUPANG, TIMORline.com-Format Surat Dakwaan terdakwa Jonas Salean diduga copy paste (copas). Karena itulah, Kejaksaan Tinggi NTT diminta bertanggungjawab. Sebab, perumusan Surat Dakwaan secara subsidair diduga dilakukan dengan cara copas rumusan Surat Dakwaan Primair dipindahkan ke dan menjadi Dakwaan Subsidair, lalu memasukkan pasal yang berbeda.

Permintaan itu disampaikan Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus dalam rilisnya yang diterima redaksi TIMORline.com di Kupang, Selasa (10/11/2020) pagi.

Dari rumusan itu, menurut Petrus, ada kesan JPU menggampangkan dan sangat terburu-buru atau tidak ada cara lain lagi, sehingga mengabaikan ketelitian, kecermatan dan hanya memasukkan pasal dakwaan sekedar membedakan Surat Dakwaan Primair dan Subsidair, dengan memindahkan rumusan Surat Dakwaan Primair Pasal 2 menjadi rumusan Surat Dakwaan Subsidair Pasal 3 UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Petrus menjelaskan, substansi Pasal 2 dan Pasal 3 UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sangat berbeda. Pasal 2 menekankan pada unsur secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri dst. (delik materil), sedangkan  Pasal 3 menekankan pada unsur dengan tujuan menguntungkan diri sendiri, atau orang lain atau korporasi, menyalahgunakan wewenang, kesempatan terkait dengan kedudukan dst.(delik formil).

“Jadi, jelas membedakan dua peristiwa pidana yang berbeda secara substantif. Karenanya tidak boleh di-copas yang seharusnya tidak boleh dipaksakan mendakwa terdakwa atau setidak-tidaknya merumuskan Surat Dakwaan secara tunggal”, tandas Petrus.

Lebih jauh Advokat senior ini meminta Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Kupang jeli memeriksa dan mengadili perkara ini agar tidak terjebak atau terkena jebakan batmen yang disengaja atau tidak disengaja oleh JPU Kejaksaan Tinggi NTT atau Kejaksaan Negeri Kota Kupang yang menuntut Terdakwa Jonas Salean, yang memberi kesan hanya mengejar target.

Baca Juga:  Kantor Polisi Sub Sektor Io Kufeu-Malaka mulai Dibangun

Pengacara yang pernah menjadi kuasa hukum Megawati Soekarnoputri ini mengatakan, saat in publik NTT dan terutama terdakwa Jonas Salean sangat mengharapkan Majelis Hakim menjadi filter yang baik, bersikap netral, mencermati dengan sungguh-sungguh Ekspesi yang telah disampaikan Penasehat Hukum dan Terdakwa.

Sikap majalis hakim yang demikian sangat diharapkan, agar Pengadilan Tipikor Kupang benar-benar memberikan keadilan secara proposional tidak hanya memberikan keadilan kepada terdakwa tetapi juga memperbaiki kinerja Penegak Hukum di NTT melalui putusan-putusan Majelis Hakim yang progresif dan konstruktif.

“JPU harus hati-hati untuk memberikan yang terbaik bagi NTT apa yang menjadi hak atas keadilan pencari keadilan”, demikian Petrus.

Editor: Cyriakus Kiik

 

Komentar