oleh

SBS-WT ‘Natoan’ Keluarga di Kecamatan Laenmanen

KLATUN, TIMORline.com-Pasangan Calon (Paslon) Nomor 2 dr Stefanus Bria Seran, MPH-Wendelinus Taolin yang dikenal dengan SBS-WT natoan (Bahasa Dawan yang berarti  mengundang, memberitahu, red) keluarga di Kecamatan Laenmanen untuk ikut pemilihan Bupati-Wakil Bupati Malaka pada 9 Desember 2020 mendatang.

Undangan itu disampaikan saat kampanye Pertemuan Terbatas di Desa Oenaek dan Desa Bisesmus pada Sabtu (07/11/2020).

WT sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup) Malaka pasangan SBS, di hadapan ratusan massa pendukung di kedua desa itu pada titik berbeda meminta keluarga yang hadir datang ke tempat pemungutan suara atau TPS pada 9 Desember 2020 untuk mengikuti pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malaka Periode 2021-2026.

Dalam Pilkada kali ini, jelas WT, dia berpasangan dengan SBS sebagai Cabup, dengan Nomor Urut 2.

“Kita pasti menang karena kita berpasangan dengan orang yang pernah menang. Menang dan menang besar sekali”, tandas WT.

WT menjelaskan kalau pada Pilkada 2015, SBS berpasangan dengan Daniel Asa atau DA. Sehingga, pasangan itu disebut SBS-DA. Tetapi, dalam Pilkada kali ini, SBS berpasangan dengan dirinya. Sehingga, dikenal dengan SBS-WT.

“Kita akan melanjutkan program yang sudah berjalan dan dinikmati masyarakat Kabupaten Malaka selama ini”, kata WT.

WT lalu menyebutkan, program yang sudah berjalan dan dinikmati masyarakat Kabupaten Malaka adalah Program Revolusi Pertanian Malaka atau RPM.

Program lainnya adalah pengobatan gratis menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) Kabupaten Malaka. Pengobatan itu dilakukan di semua Puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Malaka. Pengobatan serupa dilakukan di RSUD Mgr Gabriel Manek, SVD Atambua dan RSUD Prof Dr WZ Johannis Kupang.

Program lainnya adalah balik lahan masyarakat secara gratis.

“Kalau ada pengobatan gratis mengapa harus cari pengobatan yang bayar Rp20.000,00. Kalau balik tanah gratis, kenapa cari yang dibayar. Sebab, kerja satu hari atau satu minggu belum tentu dapat uang Rp20.000,00. Nane hit aim mameup binai (Bahasa Dawan yang artinya: itu namanya cari kerja berat, red)”, kata WT disambut tepuk tangan dan tawa meriah massa yang hadir.

WT yang mantan anggota DPRD Kabupaten Malaka ini mengakui kalau SBS mempunyai keluarga yang besar.

“Keluarga besar SBS itu ada di mana-mana, baik di fehan (dataran, red) maupun foho (pegunungan, red)”, katanya.

WT juga mengakui, setelah berjalan bersama SBS untuk berkampanye di desa-desa dan dudun-dusun di Kabupaten Malaka, barulah dia tahu kalau keluarga SBS itu banyak dan ada di mana-mana.

“Pantas Kakak Ludo (maksudnya Ludovikus Taolin, red) kalah. Kalah saat Pilkada 2015. Kalau sudah pernah kalah, jangan kalah lagi. Jangan kalah terus-terus. Mari bergabung dengan yang menang supaya kita menang”, tandas WT.

Bagi WT, kalau orang seperti kakaknya, Ludo Taolin, itu kalah lawan SBS, apalagi dirinya yang tidak punya apa-apa.

“Air minum satu gelas saja saya tidak punya untuk dikasih kepada bapak mama semua. Kalau seperti ini, bagaimana kita bisa lawan SBS. Itu namanya aim mameup binai (cari kerja berat, red)”, tandas WT.

Karena itulah, WT mengajak keluarga besarnya di Desa Oenaek dan Bisesmus untuk bergabung bersama keluarga besar SBS. “Kita gabung dengan orang yang menang supaya kita menang. Tetapi, kalau kita gabung supaya kalah, itu namanya maulok (percuma, sia-sia, red)”, tandas WT.

Di hadapan massa keluarga yang hadir, WT menegaskan, kedatangannya bersama SBS dan tim di wilayah itu bukan untuk kampanye tetapi untuk natoan atau undang keluarga.

Hai em mitoan (kami datang undang, red) keluarga besar yang hari ini hadir di sini dan yang tidak hadir supaya datang ke TPS pada 9 Desember 2020 untuk pilih bupati dan wakil bupati Malaka. Pilih Nomor 2, saya dan bapak SBS. Kita pasti menang”, tandas WT diiringi tepukan tangan meriah massa yang hadir.

Kedatangan SBS-WT di dua desa itu disambut meriah secara adat berupa hase hawaka dan tarian likurai. Dilanjutkan dengan penyuguhan sirih-pinang secara adat pula.

Anak-anak muda setempat juga terlibat aktif. Bahkan, begitu fanatiknya, anak-anak muda itu mengecat sebagian besar tubuh. Pada tubuh, terdapat tulisan: SBS-WT 2.

Paslon SBS-WT diusung enam partai politik dengan jumlah 20 kursi di DPRD Kabupaten Malaka. Keenam partai politik itu adalah Partai Golkar, NasDem, Demokrat, Hanura, Gerindra dan PDI Perjuangan.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

 

Komentar