oleh

Debat Kandidat Cabup-Cawabup Malaka Berlangsung Tertutup, Kerumunan Tak Bisa Dihindari

BETUN, TIMORline.com-Debat Publik Antarpasangan Calon Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malaka berlangsung tertutup untuk liputan wartawan dan masyarakat Kabupaten Malaka.

Karena itulah, sulit dihindari terjadinya kerumunan di lingkungan halaman dalam dan luar Aula Susteran SSpS Betun, tempat diselenggarakannya debat publik, Rabu (04/11/2020).

Pelaksanaan debat yang demikian ini mendapat protes dari wartawan yang wilayah liputannya di Kabupaten Malaka, para pengurus partai pengusung pasangan calon dan sebagian anggota DPRD Malaka.

Tetapi, protes itu direspon Kabag Ops Polres Malaka Kompol Yanuarius Seran dengan memberi penjelasan seadanya.

“Ini urusannya KPU, bukan polisi. Polisi hanya melakukan pengamanan”, kata Yanuarius yang diakrabi Yance ini.

Dua wartawan yang mencoba memberi penjelasan bahwa sehari sebelumnya ada pernyataan Ketua KPU Kabupaten Malaka Makarius Bere Nahak untuk mengizinkan wartawan melakukan pengambilan foto selama dua menit sebelum debat dimulai, diabaikan Kompol Yance.

Sekali lagi Yance mengatakan, “Ini urusan KPU, bukan polisi”. Tak disangka, di samping Yance sudah berdiri Ketua KPU Malaka Makarius Bere Nahak. Kehadiran Makarius diam-diam ini mengagetkan Kompol Yance, para wartawan dan peserta yang hendak menghadiri debat.

Tahu ada Makarius di antara mereka, suasana yang sedari tadi tegang, jadi cair. Semua tertawa sambil tunjuk-tunjuk Makarius.

Beberapa anggota DPRD Malaka yang merupakan tim pemenangan pasangan calon, terlihat tertahan di pintu masuk halaman dalam Aula Susteran SSpS Betun, tempat diselenggarakannya debat kandidat.

Terlihat, anggota Dewan yang sempat protes adalah Jemianus Koe dari Partai Golkar. Selain Jemi, ada juga anggota DPRD lainnya dari Partai Golkar, yakni Maria Fatima Seuk Kain, Markus Baria Berek dan Petrus Nahak.

Ada juga anggota DPRD Malaka dari PDI Perjuangan, yakni Ronaldo Asury dan Ignasius Fahik. Ada pula Bernadette Luruk Seuk dari Partai Hanura.

Baca Juga:  Militan dan Tim Hukum SBS-WT Laporkan Ketua KPU Malaka ke Bawaslu

Terlihat pula sejumlah wartawan baik cetak, online maupun elektronik duduk ngobrol berbaur dengan teman lainnya dan anggota Dewan yang hadir. Mereka duduk berkerumun sambil mendengar debat.

Sementara aparat kepolisian dan TNI tampak berjaga-jaga. Baik di halaman dalam maupun luar sekitar Aula Susteran SSpS Betun.

Wartawan, anggota Dewan dan warga yang datang dan memasuki area Aula Susteran SSpS Betun diperiksa secara ketat.

Warga sekitar bahkan hanya mengikuti dan mendengar jalannya debat dari jauh. Ada yang duduk di bawah naungan pohon. Bahkan, ada yang nekad duduk di atas pohon.

Debat publik ini diikuti dua pasangan calon, yakni Paslon Nomor Urut 1 Dr Simon Nahak, SH, MHum-Lousie Lucky Taolin, SSos dengan tagline SN-KT dan Paslon Nomor Urut 2 dr Stefanus Bria Seran, MPH-Wendelinus Taolin dengan tagline SBS-WT.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

 

 

Komentar