oleh

Di Malaka, Gadis 14 Tahun Disekap Pemuda Sekampung Dua Hari dan Disetubuhi Empat Kali

Terduga Paulus Seran dan korban Dian.

BETUN, TIMORline.com-Nasib apes dialami Dian (14), gadis asal Dusun Wederok B Desa Wederok Kecamatan Weliman Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Soalnya, Dian disekap pemuda sekampungnya, Paulus Seran selama dua hari di kebun warga setempat. Selama dalam penyekapan, Dian dipaksa Paulus melakukan hubungan badan layaknya hubungan suami-isteri.

Informasi yang dihimpun TIMORline.com di tempat kejadian perkara (TKP), Selasa (27/10/2020) malam menyebutkan, peristiwa bejat itu bermula pada Minggu (25/10/2020) sore sekira pukul 18.00 Wita. Saat itu, terduga pelaku Paulus menjemput korban Dian di tempat kerjanya di sebuah warung makan di bilangan Tubaki Desa Wehali Kecamatan Malaka Tengah.

Dian sendiri menolak dijemput Paulus. Tetapi, Paulus memaksa dan menyeret korban hinggah terjatuh di tanah. Karenanya, lutut korban mengalami luka-luka.

Dari TKP di Tubaki, Paulus mengajak korban ke kebun milik warga yang letaknya tak jauh dari pemukiman warga. Di sana, Paulus melampiaskan nafsu bejatnya kepada korban dengan menyetubuhi korban sebanyak empat kali. Walau sempat menolak dan melawan, Dian tak berdaya. Sehingga, dia harus kehilangan masa depannya.

Korban Dian dan terduga pelaku Paulus baru ditemukan keluarga pada Selasa (27/10/2020) siang sekira pukul 13.00 Wita. Mereka langsung dibawa pulang ke rumah orangtua korban. Selanjutnya, peristiwa tersebut dilaporkan ke Mapolsek Weliman.

Kapolsek Weliman Iptu Oscar Pinto (pegang kayu) bersama anggota saat di TKP, Selasa (27/10/2020) malam. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Atas laporan tersebut, Kapolsek Weliman Iptu Oscar Pinto dan anggota langsung bergerak ke TKP. Terduga pelaku Paulus yang diduga berada di dalam rumah orangtuanya di Dusun Wederok B Desa Wederok berhasil dikepung.

Namun, sebagaimana disaksikan awak media, aparat kepolisian tidak berhasil mengamankan Paulus. Sebab, Paulus diduga mempersenjatai dirinya dengan kelewang dan panah tradisional Ambon yang dilepaskan menggunakan katapel. Sedangkan aparat kepolisian turun ke lokasi tanpa melengkapi diri dengan senjata.

Hal ini diperparah dengan hujan lebat yang mengguyur TKP. Sehingga, Paulus berhasil kabur dari kepungan polisi.

Hingg berita ini diturunkan, aparat Kepolisian Resor Malaka melalui Polsek Weliman telah membuat Laporan Polisi dan Visum et Repertum terhadap korban. Sementara itu, pencarian dan pengejaran terhadap terduga pelaku Paulus masih terus dilakukan.

Beberapa warga yang ditemui di TKP mengaku kuatir, jangan sampai Paulus kembali ke perkampungan pada tengah malam dan membuat keonaran. Kareana itu, warga berharap, aparat Kepolisian segera membekuk terduga pelaku Paulus.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

 

 

Komentar