oleh

Cara Gampang SBS-WT Menaklukkan Calon Konstituen Saat Kampanye Pilkada Malaka

-Editorial, Opini-667 views

Catatan: Cyriakus Kiik, Pemimpin Umum TIMORline.com

SAAT ini para Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) sembilan kabupaten di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang melakukan⁸ kampanye. Salah satu kabupaten di antaranya adalah Kabupaten Malaka.

Kabupaten ini berdiri pada 2013. Tercatat dalam sejarah, saat ini Kabupaten Malaka baru berusia tujuh tahun. Yang mencengangkan, sebagai kabupaten baru, daerah ini letaknya berbatasan darat langsung dengan negara Timor Leste. Sedangkan batas langsung lautnya dengan negara Australia.

Untuk urusan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Kabupaten Malaka baru dua kali. Pertama pada 2015, kedua pada 2020 ini. Pada Pilkada 2015, keluar sebagai pemenang adalah pasangan Cabup dan Cawabup dr Stefanus Bria Seran, MPH dan Drs Daniel Asa. Keduanya dikenal dengan SBS-DA. Keduanya memimpin Kabupaten Malaka terhitung 17 Pebruari 2016. Satu setengah tahun kemudian, tepatnya 15 September 2017, DA meninggal dunia. SBS maju terus memimpin Kabupaten Malaka hingga akhir masa jabatan 2021.
Kini, dalam Pilkada 2020, SBS maju calon lagi. Namanya petahana. Hal lumrah.

Kalau Pilkada 2015 SBS maju berpasangan dengan Cawabup DA, dalam Pilkada 2020 kali ini, SBS maju berpasangan dengan Wendelinus Taolin atau WT. Nama favorit SBS-DA dulu menjadi SBS-WT sekarang.

Sesuai tahapan Pilkada, SBS-WT mulai masuk keluar kampung mengampanyekan paketnya sejak 26 September 2020. Untuk urusan kampanye, teman jurnalis saya Boni Atolan dari media online Radar Malaka selalu mengatakan, “Yang paling gampang kampanye itu petahana”.

Biasanya kalau mendengar pernyataan To Boni (begitu biasanya saya sapa Boni Atolan), saya hanya memandangnya sebentar. Lalu tunduk. Saya protes dalam hati: memangnya kampanye itu gampang di apa? Sebab, menurut saya, untuk kampanye, kita butuh uang banyak, makan banyak, orang banyak, waktu banyak, jalan banyak, omong banyak, buat banyak, dan banyak-banyak yang lain.

Setelah sebulan berkampanye, saya temukan kalau omongan To Boni itu benar: ‘Yang paling gampang kampanye itu petahana’. Saya lalu berusaha menerjemahkan dan memahami omongan To Boni ini dengan tulisan ini: ‘Cara Gampang SBS-WT Menaklukkan Calon Konstituen Saat Kampanye’.

Berikut beberapa cara kampanye dimaksud :

1. Cara Jejaring Politik
Pada Pilkada 2015, SBS bersama DA diusung lima Partai Politik, yakni Partai Golkar, PDI Perjuangan, NasDem, Demokrat dan Hanura. Jumlah partai ini dipertahankan SBS sebagai pintu masuk kepesertaannya dalam Pilkada 2020. Bahkan, Partai Gerindra yang pada Pilkada 2015 mengusung paket lain digaetnya lagi. Lawan ditaklukkan menjadi kawan. Sehingga partai politik pengusung SBS di Pilkada 2020 ini menjadi enam partai politik. Di sini, ketahuan jelas kalau jejaring politik SBS sangat kuat, luas dan besar.

Bersama pasangan Wabup-nya DA saat Pilkada Malaka 2015 dan saat mengawali kepemimpinan mereka, SBS-DA sangat akur. Tidak ada konflik pribadi dan kepentingan. Paling tidak, hal ini berlangsung selama satu setengah tahun kepemimpinan mereka. Hingga DA meninggal dunia.

Yang diincar SBS sebagai Cawabup untuk kelanjutan kepemimpinannya melalui Pilkada 2020 ada beberapa orang. Salah satunya adalah WT. SBS-WT diimpikan dan mulai dikenal luas sejak Juli 2019 bersamaan dengan penyelenggaraan even olahraga El Tari Memorial Cup (ETMC) di Kabupaten Malaka.

Boleh dibilang kampanye SBS-WT sudah dimulai sejak itu. Siapa sangka hal itu terjadi. Awalnya masih sulit kampanye. Soalnya pasangan SBS-WT belum permanen, belum final. Harus diajukan dan diusung partai politik.

Kini, enam partai politik sah mengusung Pasangan Calon (Paslon) SBS-WT. Kekuatannya 20 kursi di DPRD Kabupaten Malaka. Pimpinan nasional masing-masing partai politik adalah orang-orang ternama.

Ketua Umum Partai Golkar adalah Airlangga Hartanto, mantan Menteri Perindustrian. Ketua Umum Partai Nasdem adalah Surya Paloh, pemilik media nasional di Indonesia (MetroTV dan surat kabar harian Media Indonesia). Ketua Umum Partai Demokrat adalah Susilo Bambang Yudhoyono, mantan Presiden RI Periode 2004-2014. Ketua Umum Partai Hanura adalah Oetoyo Oesman, mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI. Ketua Umum PDI Perjuangan adalah Megawati Soekarnoputri, anak Presiden RI pertama Soekarno, mantan Wakil Presiden RI 1997-1999 dan mantan Presiden RI Periode 1999-2004. Ketua Umum Partai Gerindra adalah Prabowo Subianto, anak mantu Presiden RI kedua Soeharto, mantan Komandan Jenderal Kopassus dan saat ini Menteri Pertahanan RI.

Sekali lagi, ini bukti jejaring politik SBS sangat kuat, luas dan besar.

2. Cara Pembuktian Terbalik
Di era kepemimpinannya, SBS mendapat hukuman sosial berat berupa penyebaran berita hoax melalui media sosial dan media streaming, ujaran kebencian berupa fitnah yang berlebihan dan provokasi sosial tak bertanggungjawab.

Berita hoax disebarkan secara leluri atau cerita dari mulut ke mulut. Sasarannya adalah orang-orang Malaka yang tinggal di pedalaman dan kesulitan akses informasi. Sedangkan pelakunya adalah orang-orang yang tidak suka SBS dan keluarga Bria Seran pada umumnya. Sifatnya sangat pribadi.

Ada juga yang memanfaatkan media sosial facebook, whatsapp, instagram, twitter, media daring, media cetak dan elektronik secara salah. Sebab, kontent medianya lebih banyak dihiasi dengan pembohongan publik dengan argumentasi yang dibangun seolah-olah benar dan rasional.

Sebagai misal, Program Revolusi Pertanian Malaka atau RPM yang selama ini merupakan Program Prioritas SBS dinilai gagal total. Pengobatan gratis menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kabupaten Malaka dibilang omong kosong karena pengobatan masyarakat berbayar mahal. Pembangunan infrastruktur jalan juga dinilai tidak merata.

Ada pula provokasi sosial tidak bertanggungjawab. Ini bisa dilihat dari adanya penolakan masyarakat terhadap tambak garam di beberapa desa di Kabupaten Malaka.

Untuk memenangkan hati rakyat akan kebenaran, akurasi dan rasionalitas penyebaran setiap informasi terkait kepemimpinan dan programnya, SBS melakukan pembuktian terbalik tentang apa yang dilakukan selama kepemimpinanya.

Ini terlihat saat kampanye di dusun-dusun dan desa-desa. Kepada massa kampanye yang hadir, SBS bertanya langsung: apakah bapak mama pernah sakit, berobat di mana dan bayar atau tidak? Apakah bapak mama ada yang tanahnya dibalik, bayar atau tidak?

Biasanya massa kampanye yang hadir menjawab serentak: ada atau tidak bayar. Bisik-bisik lalu terjadi di antara mereka: orang begitu itu kurang ajar, kasian sekali eeeee, pak bupati.

3. Cara Penguasaan Psikologis Massa
Selama satu bulan kampanye, SBS-WT terlihat sangat menguasai suasana psikologis massanya. Kontent kampanyenya dikemas menyentuh hati dan menjadi kebutuhan rakyat. Itu pun berbeda antara satu desa dengan desa lainnya.

Bahkan, untuk menguasai massa di desa-desa dan dusun-dusun, sarana komunikasi yang digunakan SBS-WT adalah bahasa lokal. Di daerah-daerah fehan atau dataran, SBS-WT menggunakan Bahasa Tetun dan Bahasa Indonesia. Di daerah-daerah foho atau pegunungan, SBS-WT menggunakan Bahasa Indonesia, Tetun dan Dawan. Sehingga, interaksinya lancar, tanpa hambatan.

4. Cara Komunikasi Moral dan Penguatan Rohani
Ada cara kampanye lain yang diperlihatkan SBS-WT, yakni komunikasi moral dan penguatan rohani. Komunikasi ini menunjukkan kuatnya moralitas dan kehidupan rohani SBS-WT. Secara moral dan etis, SBS-WT hadir dan berbicara langsung dengan masyarakat di desa-desa dan dusun-dusun.

Bahkan, mereka tidak sendirian. Mereka pun tidak memonopoli pembicaraan atau dialog. Sebab, SBS-WT hadir dengan kekuatan penuh para pimpinan partai politik pengusung SBS-WT. Mereka inilah yang menjelaskan Visi, Misi dan Program Kerja SBS-WT lima tahun ke depan bila terpilih menjadi Bupati dan Wabup Malaka Periode 2021-2026.

SBS-WT tahu kalau para pimpinan partai pengusung tahu juga tentang siapa SBS-WT. Karena itu para pimpinan partai pengusung wajib hukumnya memberitahu rakyat tentang siapa SBS-WT, apa saja yang sudah dilakukan (khusus SBS) dan apa yang akan dilakukan (SBS dan WT).

SBS-WT lalu memberi penguatan rohani kepada massa kampanyenya di setiap akhir kampanye. Caranya, SBS mengajak peserta kampanye untuk berdoa dengan mengangkat dua jari. Intinya, dalam doa itu SBS-WT dan massa pendukungnya memohon kepada Tri Tunggal Maha Kudus dan Bunda Maria bersama para leluhur dari fehan dan foho merestui SBS-WT menjadi Bupati dan Wabup Malaka Periode 2021-2026 melalui Pilkada Malaka yang pemilihannya akan dilakukan pada 9 Desember 2020.

5. Cara Sumpah Diri
Di beberapa titik kampanye baik di tingkat desa (khususnya lokasi kampanye yang hanya satu titik) dan di tingkat dusun (untuk lokasi kampanye yang lebih dari satu titik), SBS-WT melakukan sumpah diri. Dalam sumpah ini, SBS-WT berdoa supaya terpilih dalam Pilkada Malaka 9 Desember 2020 menjadi Bupati dan Wabup Malaka Periode 2021-2026. Dengan demikian, mereka berkesempatan membangun infrastruktur jalan di wilayah itu. Antara lainnya ruas jalan Boen-Biudukfoho di Desa Boen Kecamatan Rinhat, ruas jalan Bubun-Fatuao yang menghubungkan Desa Tunmat dan Tunabesi di Kecamatan Io Kufeu, dan ruas jalan Tualaran Trans di Desa Babulu Selatan Kecamatan Kobalima.

Sumpah diri ini lebih merupakan refleksi rohani SBS-WT atas keterpurukan pembangunan infrastruktur di desa-desa yang didatanginya. Sebab, prinsip SBS sejak awal memimpin Kabupaten Malaka 2016 adalah setiap jengkal tanah yang diinjaknya saat melewati ruas jalan tersebut pasti dikerjakan. Sebab, dia bukan pemimpin yang penipu.

Sehingga, melalui sumpah diri itu, SBS-WT komit membangun yang lebih baik dari yang ada sekarang, memperluas yang sempit, yang kurang ditambahkan, yang tidak baik diperbaiki dan yang pendek diperpanjang.

Sekalian menjawab tuntutan rakyat yang lazim bahwa janji harus ditepati atau antara kata dan perbuatan itu satu. Tidak omong lain dan buat lain.

6. Cara Komunikasi Multisimpul
Untuk maju sebagai peserta Pilkada Malaka, SBS-WT tidak sendirian. Banyak simpul terlibat dan dilibatkan. Ada simpul pemuda, perempuan, keluarga, partai pengusung, tim pemenangan, media massa dan simpul lainnya yang tidak bisa disebutkan di sini.

Bagaimana merekatkan komunikasi antarsimpul, SBS-WT selalu membuka diri dan berdiskusi dengan simpul-simpul itu baik sebelum maupun sesudah kampanye.

Sebelum kampanye, ada informasi umum yang disampaikan langsung SBS kepada semua simpul di Sekretariat SBS-WT pada pagi hari. Biasanya informasi umum yang disampaikan berupa lokasi titik kampanye, jam berapa dan tim kampanye mana saja yang kampanye di titik-titik itu.

Sedangkan pada sore hari, biasanya dilakukan evaluasi. Evaluasi dilakukan per simpul. Misalnya, kepada simpul media, SBS mengingatkan agar pemberitaan wartawan tidak provokatif, sebarkan hoax atau membenturkan masyarakat yang mempunyai pilihan politik berbeda. Sebaliknya, media diminta tetap menjaga persaudaraan dan perdamaian baik di internal semua simpul SBS-WT maupun dengan masyarakat dan pasangan calon lainnya.

Setidaknya, enam cara ini menjadi Cara Gampang SBS-WT Menaklukkan Calon Konstituennya Saat Kampanye. Sesuai jadwal Komisi Pemilihan Umum (KPU), kampanye Pilkada Serentak 2020 berlangsung selama 71 hari, terhitung 26 September sampai dengan 5 Desember 2020 mendatang. Semoga bermanfaat. (*)

Komentar