oleh

Tim Hukum Minta Polres Malaka Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Tim Kampanye Paslon SBS-WT

BETUN, TIMORline.com-Paulus Seran Tahu, SH, MHum selaku Tim Hukum Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 2 dr Stefanus Bria Seran, MPH dan Wendelinus Taolin atau SBS-WT meminta penyidik Polres Malaka untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan Raymundus Seran Klau, anggota DPRD Kabupaten Malaka dari Fraksi Partai Golkar.

Saat kejadian, Raymundus bersama Tim Kampanye Paslon SBS-WT lainnya sedang dalam perjalanan pulang ke Sekretariat SBS-WT di Jembatan Wekono Desa Haitimuk Kecamatan Weliman pada Kamis, 15 Oktober 2020 lalu.

Atas kejadian itu, pihak penyidik Polres Malaka telah melakukan pemeriksaan terhadap Raymundus Seran Klau selaku saksi korban pada Kamis (22/10/2020) malam sekira pukul 20.00-24.00 wita. Bersama Raymundus, diperiksa pula tiga saksi peristiwa.

Dalam pemeriksaan itu, Raymundus dkk didampingi Paulus Seran Tahu, SH, MHum selaku Tim Hukum Paslon SBS-WT.

Dalam keterangannya di hadapan penyidik Polres Malaka, sebut Paulus, Raymundus selaku saksi korban menerangkan kalau saat itu dia sedang dalam perjalanan pulang kampanye bersama tim kampanye SBS-WT lainnya.

Setiba di dekat Jembatan Wekono Haitimuk, tiba-tiba mobil yang dikendarai Raymundus dihadang sekelompok orang. Setelah berhenti, mobilnya dipukul-pukul dan minta kaca pintu mobil diturunkan. Saat itu ada seseorang yang pukul Raymundus. Pukulan itu mengenai wajahnya. Ada pula yang memukulnya dari belakang.

“Ini tindakan yang melanggar undang-undang. Kita minta penyidik mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan para pelaku diproses hukum sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku”, tandas Paulus, yang biasa diakrabi Polce itu.

Untuk kepentingan proses hukum, Raymundus selaku saksi korban dan tiga saksi lainnya telah dimintai keterangan di depan penyidik Polres Malaka.

Untuk pembuktian, menurut Polce, dia bersama saksi korban dan tiga saksi peristiwa telah menyerahkan barang bukti berupa foto-foto dan video asli peristiwa tersebut.

Polce mengharapkan keterangan saksi-saksi yang bersesuaian dan barang bukti yang diajukan kepada penyidik menjadi dasar bagi penyidik untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan tersebut dan penyidik secara profesional memroses para pelaku sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

Kapolres Malaka AKBP Albert Neno SH yang ditemui wartawan di sela-sela melaksanakan kegiatan operasi iustisi di Betun, ibukota Kabupaten Malaka, Jumat (23/10/2020), menjelaskan kalau pihaknya sudah memintai keterangan para saksi.

Untuk proses hukum lebib lanjut, kata Kapolres Albert, pihaknya sudah membentuk tim yang menangani kasus dugaan pemukulan terhadap
anggota DPRD Malaka dari Fraksi Partai Golkar Raymundus Seran Klau.

“Kami sudah mendapatkan pula dokumen berupa rekaman video asli dari korban. Dokumen ini bisa meyakinkan kami dan menjadi dasar bagi kami untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut”, kata Kapolres Albert.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

 

Komentar