oleh

YKS Bantu 36.000 Masker Medis untuk Fasilitas Kesehatan di Flotim

LARANTUKA, TIMORline.com-Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) kembali memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada sejumlah fasilitas layanan kesehatan di Kabuptaen Flores Timur Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan ini merupakan dukungan Tokopedia Salam dan Human Initiative yang bermarkas di Jalan Anggrek Nomor 97 Curung, Cimanggis Depok, Jawa Barat.
Bantuan yang diterima YKS pada Jumat, 23 September 2020 itu langsung dikemas untuk selanjutnya diditribusikan paling lambat, Senin (26/10/2020), pekan depan.

Bantuan APD kali ini merupakan yang ketiga kalinya diberikan YKS kepada sejumlah fasilitas layanan kesehatan di Flores Timur. Di awal pandemi Covid, bantuan yang sama pernah diberikan dalam bentuk masker, vitamin, sarung tangan dan sejumlah jenis APD lainnya atas dukungan Astra International.

Sementara pada Mei lalu bantuan yang sama juga diberikan atas dukungan dari para karyawan Shell Advance.

Selain kepada fasilitas kesehatan, bantuan tahap kedua yang didukung para karyawan Shell diberikan juga kepada para penjual sayur dan penjual ikan serta tukang ojek di kota Larantuka dan sekitarnya.

“Bantuan kali ini berupa masker medis, sehingga kami prioritaskan kepada Fasilitas layanan kesehatan di tingkat kecamatan, klinik dan rumah sakit umum daerah Larantuka. Semuanya akan didistribusikan mulai hari Senin pekan depan,” jelas penanggungjawab YKS, Mansetus Balawala.

Mansetus menjelaskan, karena APD yang diterima melebihi permintaan, maka pihaknya berencana untuk menyalurkannya ke fasilitas kesehatan lainnya yang tidak masuk dalam list penerima bantuan APD sebelumnya.

“Kami mengajukan permintaan sebanyak 8.000 masker, namun dipenuhi oleh pihak Tokopedia Salam dan Human Initiative sebanyak 36.000. Karena itu ada kelebihan sebanyak 18.000. Ini yang kami rencanakan biar lebih banyak lagi fasilitas layanan kesehatan yang mendapatkannya,” kata Mansetus.

Bantuan APD berupa masker kali ini, menurut mantan wartawan ini, tidak dibagikan kepada masyarakat. Hal ini didasari pada pertimbangan bahwa masker medis lebih tepat kalau digunakan petugas kesehatan yang bertugas di fasilitas layanan kesehatan. Kalau ini dibagikan kepada masyarakat bisa saja, tapi kami berpikir kurang tepat karena ini bukan masker cuci ulang, yang bisa dipakai berkali-kali melainkan sekali pakai,” katanya.

Editor : Cyriakus Kiik
Penulis : Mansetus Balawala

Komentar