oleh

KPU Malaka Tetapkan DPT Pilkada Malaka 2020

BETUN, TIMORline.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malaka secara resmi menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2020 mendatang.

Penetapan ini dilakukan setelah melewati tahapan pleno di tingkat desa sampai kecamatan menyusul adanya berbagai masukan dari warga terkait Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Sehingga, total DPT yang ditetapkan sebanyak 115.304 jiwa atau berkurang 129 dari yang sebelumnya tercatat pada DPS sebanyak 115.433 jiwa.

Juru Bicara KPU Kabupaten Malaka Yosef Nahak kepada wartawan di Betun, ibukota Kabupaten Malaka, Senin (19/10/2020), menjelaskan, penetapan itu dilakukan dalam Rapat Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap pada 13 Oktober lalu.

Dalam rapat itu terungkap, dari total DPT sebanyak 115.304 pemilih, 53.597 pemilih di antaranya laki-laki dan 61.707 pemilih perempuan.

Menurutnya, DPT tersebut tersebar di 127 desa yang ada di 12 kecamatan di Kabupaten Malaka.

Dirincikan, Kecamatan Botin Leobele 2.978 pemilih, Kecamatan Io Kufeu 5.128 pemilih, Kecamatan Kobalima 10.551 pemilih, Kecamatan Kobalima Timur 4.128 pemilih, Kecamatan Laenmanen 8.266 pemilih.

Kecamatan Malaka Barat 15.032 pemilih, Kecamatan Malaka Tengah 25.587 pemilih, Kecamatan Malaka Timur 6.629 pemilih, Kecamatan Rinhat 8.534 pemilih, Kecamatan Sasitamean 5.516 pemilih, Kecamatan Weliman 12.075 pemilih dan Kecamatan Wewiku 10.880 pemilih.

“Dalam DPT yang ditetapkan tersebut berkurang jika dibandingkan dengan DPS yang ditetapkan beberapa waktu lalu sebanyak 115.433 jiwa. Perubahan data tersebut berdasarkan hasil perbaikan karena adanya data ganda. Setelah diverifikasi, DPT berubah menjadi 115.304 pemilih, sehingga yang dicoret karena data ganda sebanyak 129 pemilih,” jelas Yosef.

Disebutkan, dalam rapat pleno terbuka tersebut juga ditetapkan jumlah tempat pemungutan suara (TPS). Pada Pilkada 2015 terdapat 322 TPS, sedangkan pada Pilkada 2020 menjadi 395 TPS yang tersebar di 127 desa. Sehingga, terdapat penambahan 73 TPS.

Selanjutnya, DPT tersebut diumumkan kepada masyarakat. Pengumuman tersebut akan dipasang di desa dan titik-titik strategis di masing-masing desa dan kecamatan. Kepada masyarakat diharapkan dapat melakukan pengecekan terhadap DPT tersebut.

“Jika belum terdaftar dalam DPT, masyarakat tetap dapat memberikan hak suaranya di TPS dengan syarat membawa KTP elektronik dan melakukan pemilihan di TPS sesuai dengan alamat yang tertera pada KTP. Mereka masuk dalam daftar pemilih khusus,” kata Yosef.

Dengan penetapan ini, masyarakat yang belum terdapat dalam DPT diberi kesempatan untuk mengurus dokumen kependudukan sehingga pada saat pemilihan mereka berhak menggunakan hak suara.

Untuk penggunaan surat keterangan kependudukan saat pemilihan, menurut Yosef, pihaknya masih menunggu regulasi tapi untuk sementara pemilih harus menggunakan KTP elektronik.

Dirinya berharap semua stakeholder mulai dari pemerintah, penyelenggara pemilu ditingkat kecamatan (ad hoc), partai politik pengusung pasangan calon dan seluruh masyarakat Kabupaten Malaka terlibat aktif dalam memberikan masukan terhadap DPT yang sudah diumumkan.

“Apabila ada pemilih yang sudah memenuhi syarat namun belum terdaftar di DPT agar diberi masukan ke tingkat PPS yang ada di desa dengan tujuan pemilih bersangkutan bisa didaftarkan dalam daftar pemilih tetap”, demikian Yosef.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar