oleh

YKS-SEA Junction Bantu Pelaku Usaha Bengkel Motor di Flores Timur

Bastian Timo, Teknisi Motor Ambulance. (Foto: Mansetus Balawala/Timorline.com).

LARANTUKA, TIMORline.com-Untuk mendukung para pelaku usaha bengkel motor agar tetap tangguh menghadapi pandemi global Covid-19, Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) dan Foundation for Southeast Asia Studies (SEA Junction) memberikan bantuan kepada para pelaku usaha bengkel motor di Kabupaten Flores Timur Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya di kota Larantuka dan sekitarnya.

Program bantuan ini akan berlangsung selama tiga tahun dan baru akan berakhir pada Oktober 2023 mendatang.

Bantuan ini berasal dari program hibah “Tetap Tangguh di Tengah Pandemi di Asia Tenggara”. Ini merupakan sebuah inisiatif dari SEA Junction dengan dukungan dari CMB Foundation dan WIEGO. Program ini menyediakan dana untuk upaya membangun modal sosial, memperkuat ketahanan masyarakat, meningkatkan kondisi kehidupan dan kesehatan masyarakat lokal dan meningkatkan kapasitas mereka untuk menghadapi situasi Covid-19 saat ini, dan jangka panjangnya.

Dengan begitu, para pelaku usaha kecil dan menengah tetap bertahan di tengah Pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir hingga saat ini.

Ada pun skema bantuan ini diberikan dalam bentuk spareparts dan pelumas kendaraan roda dua kepada para pelaku usaha bengkel motor guna mendukung usaha yang mereka jalankan.

“Bantuan ini sistemnya akan diberikan dalam bentuk barang yang dibelanjakan sesuai kebutuhan para pelaku usaha bengkel motor yang menjadi penerima manfaat. Kalau kita kasih dalam bentuk uang, bisa saja uangnya tidak dibelanjakan sesuai nominal yang diberikan,” jelas Mansetus Balawala selaku penanggungjawab program.

Sebelum menyalurkan bantuan, jelas Mansetus, YKS akan melakukan assesment terlebih dahulu kepada para pelaku usaha bengkel motor. Berdasarkan hasil assesment yang dilakukan, barulah akan dipilih mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan sesuai kriteria yang telah ditentukan.

Dijelaskan, kriteria diperlukan untuk menghindari subjektivitas dalam menentukan penerima manfaat.
Program hibah “Tetap Tangguh di Tengah Pandemi di Asia Tenggara” ini secara resmi akan mulai berjalan pada Nopember 2020 mendatang dan akan berakhir pada Oktober 2023. Pekan depan, YKS mulai melakukan assesment ke sejumlah pelaku usaha bengkel lokal yang tersebar mulai dari wilayah Oka hingga wilayah Watowiti untuk menentukan para pelaku usaha yang berhak mendapatkan bantuan tersebut.

Assesment juga dilakukan untuk mengetahui kebutuhan spareparts dan jenis pelumas yang lebih banyak terserap pasar. Hal ini penting untuk memastikan barang yang akan dibelanjakan.

“Dengan sistem seperti ini, barang yang dibelanjakan diharapkan lebih cepat terjual atau terserap pasar sehingga para pelaku usaha bisa lebih cepat menikmati output dari bantuan ini,” jelas Balawala, sambil menambahkan, para penerima manfaat juga nantinya akan mengikuti kegiatan penguatan kapasitas dengan mengikuti pelatihan mekanik dari YKS. (*)
Penulis : Mansetus Balawala
Editor : Cyriakus Kiik

Komentar