oleh

Pemkab Malaka Deklarasi Desa Layak STBM dan ODF

BETUN, TIMORline.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan Deklarasi Desa Layak Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Desa Open Defecation Free (Jangan Buang Air Besar Sembarang) di Hotel Ramayana, Betun, ibukota Kabupaten Malaka, Kamis (08/10/2020).

Deklarasi ini ditandai dengan penyerahan Penghargaan berupa Sertifikat kepada sembilan desa layak STBM dan ODF dari 127 desa di Kabupaten Malaka.

Deklarasi dan penyerahan Sertifikat itu dilakukan Asisten I Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malaka Zakarias Nahak bersama sejumlah pejabat.

Ke-9 desa itu adalah Desa Babotin Maemina, Desa Takarai, Desa Umutnana, Desa Raisamane, Desa Lakekun, Desa Sisi, Railor Tahak, Desa Besikama dan Desa Weulun.

Sebelum Deklarasi dilakukan Asisten Zakarias, perwakilan ke-9 desa berikrar dengan janji untuk :
1. Tidak lagi buang air besar di sembarang tempat;
2. Akan Terus membudayakan perilaku cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, serta menyiapkan sarana atau tempat cuci tangan di rumah kami masing-masing;
3. Akan terus mengamankan air minum dan makanan yang sudah
dimasak pada tempat atau wadah yang bersih dan tertutup agar
terhindar dari lalat, kecoak dan tikus;
4. Tidak lagi membuang sampah di sembarang tempat dan terus
menjaga kebersihan lingkungan dari jenis sampah apa pun serta
menyiapkan tempat atau lubang sampah di rumah kami masing
masing;
5. Akan terus menjaga lingkungan kami dari genangan air limbah
rumah tangga atau air kotor dari dapur dan kamar mandi agar
lingkungan bersih dan terhindar dari penyakit berbasis lingkungan;
6. Akan mengikat dan mengandangkan ternak jauh dari rumah agar kami terhindar dari bau, lalat dan kecoak.

“Demikian janji kami, semoga kami masyarakat akan terus mempertahankan dan mempraktikkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat setiap saat sebagai Desa STBM dan ODF”, demikian para perwakilan sembilan desa itu mengakhiri ikrar mereka.

Deklarasi Desa Layak STBM dan ODF ini merupakan puncak kerja-kerja Yayasan Pijar Timur Indonesia dalam kemitraan dengan Yayasan Plan Internasional Indonesia dan Pemkab Malaka selama ini.

Sebelumnya, deklarasi yang sama telah dilakukan empat desa, yakni Desa Wekmidar di Kecamatan Rinhat, Desa Naisau di Kecamatan Sasitamean, Desa Babotin Selatan di Kecamatan Botin Leobele dan Desa Wehali di Kecamatan Malaka Tengah.

Dengan demikian, saat ini ada 13 dari 127 desa di Kabupaten Malaka yang sudah melakukan Deklarasi Desa Layak STBM dan ODF.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

 

 

 

Komentar