oleh

Pemkab Malaka Pacul Tanah Rakyat Sama dengan Pemerintah Buat Kebun untuk Rakyat

BETUN, TIMORline.com-Sejak awal pencanangan Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) 30 Agustus 2016, Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati Stefanus Bria Seran memacul tanah rakyat tanpa bayaran.

“Pemerintah pacul tanah rakyat tanpa bayaran begini sama dengan pemerintah yang buat kebun kepada rakyat”, demikian Calon Bupati Malaka Periode 2021-2025 Stefanus Bria Seran melalui akun WhatsApp-nya kepada TIMORline, Selasa (06/10/2020) pagi.

Stefanus Bria Seran yang memiliki nama perjuangan politik SBS itu sendiri menjabat Bupati Malaka pada 17 Pebruari 2016. Salah satu program prioritas SBS adalah program pertanian dengan program unggulan RPM.

Program ini menjadi taruhan kepemimpinannya karena sebagian besar masyarakat Kabupaten Malaka hidup dari pertanian.

“Tanah Malaka ini tanah yang subur sehingga harus diolah dengan sentuhan teknologi agar masyarakat berkelimpahan pangan sehingga masyarakat Kabupaten Malaka tidak kelaparan”, tandas SBS.

Sebagai komitmen atas program RPM itu, Bupati SBS melakukan pengadaan puluhan traktor. Dengan traktor itu, tanah rakyat dipacul secara gratis.

Selain tanah rakyat dipacul, Pemkab Malaka juga menyediakan bibit, pupuk dan obat-obatan tanaman pertanian yang diberikan secara gratis kepada rakyat.

“Jadi, sebagai bupati, sebagai kepala, kami urus rakyat. Kalau di sana sini masih ada yang kurang, ya, wajar-wajar saja. Yang masih kurang kita tambahkan. Yang pendek kita panjangkan, yang belum ada kita adakan”, kata SBS.

Pemaculan lahan warga secara gratis sebagai persiapan lahan warga untuk musim tanam tahun ini saat ini sedang berlangsung di seluruh wilayah Kabupaten Malaka.

Saat melakukan kampanye sebagai salah satu calon bupati dalam Pilkada Malaka 9 Desember 2020 mendatang, SBS menyaksikan sendiri lahan warga yang sudah dipacul.

“Saya bangga sekali karena pemerintah menggunakan traktor pacul tanah rakyat terus setiap hari. Ini sama dengan pemerintah buat kebun untuk rakyat”, demikian SBS.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

 

 

 

 

Komentar