oleh

Di Masa Covid-19, Ketua KPU NTT: Paslon Bupati dan Wakil Bupati Dilarang Kampanye Rapat Umum

BETUN, TIMORline.com-Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Thomas Dohu mengingatkan para Pasangan Calon (Paslon) Peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020 di wilayah itu untuk tidak melakukan Kampanye Rapat Umum.

Selain rapat umum, kampanye lainnya yang dilarang adalah kegiatan kebudayaan berupa pentas seni, panen raya, dan atau konser musik, kegiatan olahraga berupa gerak jalan santai dan atau sepeda santai.

Kegiatan kampanye lainnya yang dilarang adalah perlombaan, kegiatan sosial seperti bazaar dan atau donor darah, dan atau peringatan hari ulang tahun partai politik.

Thomas menegaskan hal itu dalam konferensi pers dengan media seusai Penandatanganan Pakta Integritas dan Deklarasi Kampanye Damai di Kantor KPU Malaka, Jumat (25/09/2020).

Menurut Thomas, dalam Peraturan KPU sebelumnya, kampanye berupa Rapat Umum dipakai tetapi dalam Peraturan KPU Perubahan, Kampanye Rapat Umum dilarang.

Diungkapkan, pelarangan itu tertuang dalam Pasal 88C Peraturan KPU (PKPU) No. 13/2020.

“Pasal 88C mencantumkan bahwa partai politik atau gabungan partai politik, pasangan calon, tim kampanye, dan atau pihak lain dilarang melaksanakan rapat umum”, tandas Thomas.

Thomas menjelaskan, partai politik atau gabungan partai politik, pasangan calon, tim kampanye, dan atau pihak lain yang melakukan pelanggaran akan ditindak Bawaslu Propinsi atau Kabupaten/Kota berupa peringatan tertulis.

Bawaslu juga akan melakukan penghentian dan pembubaran kegiatan kampanye di tempat terjadinya pelanggaran bila tidak melaksanakan peringatan tertulis tersebut.

Sebaliknya, Thomas mengungkapkan, kampanye yang diizinkan adalah pertemuan terbatas, debat kandidat dan kampanye melalui media sosial, media cetak dan elektronik.

“Kampanye pertemuan terbatas pun dibatasi jumlah pesertanya, hanya 50 orang. Ini semata-mata untuk mencegah dan mengendalikan Covid-19 selama kampanye Pilkada 2020”, demikian Thomas.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

 

 

 

 

 

Komentar