oleh

Ketua Bawaslu Malaka: Sanksi Pelanggaran Netralitas ASN segera Diterapkan

BETUN, TIMORline.com-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Malaka mengingatkan adanya sanksi pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI-Polri, pegawai BUMN-D dan kepala desa (kades) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Malaka Tahun 2020.

“Sebagai pengawas, sejak dini kami ingatkan ASN, anggota TNI-Polri, pegawai BUMN-D dan para kepala desa untuk tetap menjaga netralitas dalam Pilkada karena penerapan sanksi mulai diterapkan sesuai dengan UU pilkada sampai pada sanksi pidana setelah pasangan calon ditetapkan KPU”, kata Ketua Bawaslu Malaka Petrus Nahak Manek kepada media seusai mengikuti kegiatan Penarikan Nomor Urut dua pasangan calon (Paslon) yang bertarung di Malaka, Kamis (23/09/2020).

Menurut Petrus, setelah Penetapan Paslon dan Penarikan Nomor Urut, sanksi pelanggaran netralitas ASN, TNI-Polri, pegawai BUMN-D dan Kades mulai diberlakukan.

“Kampanye dimulai 26 September setelah penarikan nomor urut dan deklarasi damai. Saya tegaskan kepada ASN, Kades,  aparatur pegawai BUMN, BUMD dan TNI-Polri supaya jangan terlibat langsung politik pilkada. Karena  penerapan sanksi sesuai UU pilkada sudah dimulai,” ujar Petrus.

Dijelaskan, dalam Pasal 70 dan 71 UU Pilkada telah diatur, apabila terjadi   pelanggaran maka dikenakan sanksi pidana Pasal 188 dan  189. Hal ini sejak awal disampaikan agar menjadi perhatian karena UU Pilkada ini sangat ketat.

“Kita akan segera bekerja melakukan pengawasan di lapangan. Tidak ada pandang bulu bagi yang terlibat politik praktis berkenaan dengan pilkada. Kami imbau kepada paslon agar memperhatikan hal ini,” imbuh Petrus.

KPU Malaka secara resmi sudah menetapkan dua paslon yang bertarung pada Pilkada 9 Desember 2020 pada Rabu (23/09/2020).

Kedua paslon itu adalah Dr Simon Nahak, SH, MH-Louise Lucky Taolin, SSos dan dr Stefanus Bria Seran, MPH-Wendelinus Taolin.

Dalam Penarikan Nomor Urut pada Kamis (24/09/2020), paslon Dr Simon Nahak, SH, MH-Louise Lucky Taolin, SSos yang memilih nama perjuangan politik SN-KT mendapat Nomor Urut 1, sedangkan paslon paslon dr Stefanus Bria Seran, MPH-Wendelinus Taolin mendapat Nomor Urut 2.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar