oleh

Orangtua perlu Mendampingi Anak dalam Pembelajaran Jarak Jauh

TANGERANG, TIMORline.com-Konselor Yayasan Busur Emas (YBE) Tangerang Nur Hadi Nugroho mengatakan, orangtua sangat diperlukan untuk mendampingi putera-puterinya mengikuti pembelajaran online atau biasa disebut pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Hal ini diperlukan agar anak-anak dapat menggunakan alat komunikasi telepon seluler secara bertanggungjawab dan melalui PJJ siswa siswi bisa mengikuti pelajaran dengan baik walaupun dalam bentuk daring.

Pembelajaran online adalah suatu kenyataan yang perlu dihadapi seluruh masyarakat, termasuk di dunia pendidikan, akibat pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini sejak enam bulan silam.

‘’Kita semua mengharapkan orangtua atau siapapun yang telah berusia dewasa bisa memiliki waktu yang cukup mendampingi anak-anak dalam pembelajaran secara online. Tugas ini memang tidak mudah karena orangtua maupun anak sendiri harus menyesuaikan diri dengan pembelajaran tatap muka biasa,’’ kata Nur Hadi Nugroho ketika dihubungi lewat telepon selulernya, Jumat (18/09/2020).

Nur Hadi menjelaskan, penggunaan alat komunikasi bagi sebagian anak merupakan hal yang baru, apalagi di pelosok-pelosok desa. Bila dibandingkan dengan kondisi di kota mungkin masyarakat kota khususnya anak-anak yang hidup terbiasa menggunakan telepon seluler tidak menjadi kendala.

Meskipun demikian, kata Nur Hadi, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan orangtua perlu mendampingi anak-anaknya dalam menggunakan sarana komunikasi tersebut. Agar pembelajaran itu berguna dan bermakna mau tidak mau orangtua harus mengarahkan anaknya sehingga mengikuti PJJ dengan baik.

Nur Hadi juga mengakui, pelaksanaan pembelajaran secara online tidak tertutup kemungkinan membawa dampak terhadap perkembangan anak itu sendiri.

Ia menyebut, karena komunikasi searah dalam proses pembelajaran maka anak lebih cenderung egoistis, sering marah dan tidak sabar. Justru hal ini menjadi perhatian semua pihak dalam mengikuti pertumbuhan dan perkembangan anak.

Menurut Nur Hadi, enam bulan Covid-19 melanda Indonesia tidak hanya membawa dampak kegiatan ekonomi juga dalam kehidupan manusia secara umum, termasuk bidang pendidikan. Ada orangtua di sebuah sekolah swasta di Tangerang, dalam satu kesempatan rapat virtual dengan guru di sekolah menanyakan pihak sekolah untuk membatasi waktu penggunaan handphone dalam kegiatan PJJ. Kalau pun digunakan waktunya perlu dibatasi. Karena penggunaan sarana telepon seluler selain berguna tapi juga membawa dampak negatif bagi anak.

Direktur Tata Kelola Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Mariam F. Barata di Jakarta, mengatakan, penggunaan sarana telepon seluler merupakan suatu kenyataan yang harus dilewati saat kondisi masih dilanda pandemi Covid 19.

“Meskipun alat komunikasi itu mampu meningkatkan literasi dan wawasan anak, ada sejumlah tantangan yang mengancam pertumbuhan dan perkembangan mental anak, sehingga pendampingan orangtua menjadi suatu hal yang mutlak”, demikian Mariam.

Penulis: Konradus R. Mangu (Jakarta)
Editor: Cyriakus Kiik

 

 

Komentar