oleh

Kadis Dukcapil Malaka: Urus Dokumen Kependudukan Gratis, Hindari Calo

BETUN, TIMORline.com-Kepala Dinas (Kadis) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Malaka Ferdynandus Rame menegaskan, pengurusan dokumen kependudukan apa pun di instansi yang dipimpinnya gratis.

Karena itu, warga Kabupaten Malaka yang mengurus dokumen kependudukannya supaya datang sendiri di kantor tersebut.

“Siapa yang urus dokumen harus datang sendiri di kantor sini, jangan pakai calo atau melalui orang lain”, demikian intisari pengarahan Kadis Ferdynandus di hadapan warga Kabupaten Malaka yang antrian mengurus dokumen kependudukan di Halaman Kantor Disdukcapil Kabupaten Malaka, Betun, Jumat (18/09/2020).

Menurut Ferdy, begitu akrabnya Ferdynandus Rame, urusan semua dokumen kependudukan di instansinya tidak dipungut biaya apa pun.

“Kalau ketahuan, itu pelanggaran dan pasti kami baik saya selaku pimpinan maupun staf akan dikenai sanksi. Sanksinya ada sanksi berat, sedang dan ringan. Tergantung pelanggaran yang dilakukan”, kata Ferdy.

Kalau kemudian masyarakat resah bilang ada bayaran untuk urus kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu keluarga (KK), menurut Ferdy, itu urusan pribadi masing-masing.

Sebagai solusi, Ferdy berharap, masyarakat Malaka yang mengurus dokumen kependudukan apa pun harus datang sendiri. Jangan pakai calo atau melalui orang lain.

“Kalau bapak mama pakai calo atau melalui orang lain, justru mahal. Urusan dokumen yang sebenarnya gratis justru mahal. Sebab, orang lain yang urus pasti minta uang sampai 100 ribu. Kalau yang begini ini, jangan persalahkan kami”, tandas Kadis Ferdy.

Mantan Kabag Humas Setkab Belu i ini menguraikan, kondisi terkini di Kabupaten Malaka terdapat 21 ribu lebih masyarakat yang sudah melakukan perekaman KTP Elektronik.

Kapan dicetak, Ferdy bilang, semuanya dalam proses. Untuk pencetakan, petugasnya disiapkan di tiga lokasi, yakni Kantor Kecamatan Malaka Barat, Kobalima dan Kantor Dinas Dukcapil Kabupaten Malaka sendiri yang berkedudukan di Kecamatan Malaka Tengah.

Secara teknis, pengurusan dokumen bagi masyarakat Kabupaten Malaka sudah diatur jadwalnya.

Berikut jadwalnya :
Senin: Kecamatan Rinhat, Io Kufeu, Laenmanen dan Botin Leobele.
Selasa: Kecamatan Sasitamean, Kobalima dan Kobalima Timur.
Rabu: Kecamatan Malaka Timur dan Weliman.
Kamis: Kecamatan Malaka Barat dan Wewiku.
Jumat: Kecamatan Malaka Tengah.

“Jadwal ini sudah lama disampaikan resmi secara tertulis kepada para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah dan para camat se-Kabupaten Malaka”, jelas Kadis Ferdy.

Dalam pengalaman selama ini, kata Kadis Ferdy, ada orang yang KTP-nya sudah dicetak lama tapi belum diambil.

Di hadapan warga yang antrian, Kadis Ferdy menunjukkan satu kantong KTP milik warga asal satu kecamatan yang jumlahnya ribuan tetapi belum diambil pemiliknya.

Sebagai contoh, Kadis Ferdy menunjukkan salah satu keping KTP yang dicetak pada 8 Agustus lalu tetapi sampai sekarang belum diambil pemiliknya.

Selain datang langsung di Kantor Dinas Dukcapil di Betun, Kantor Kecamatan Malaka Barat di Besikama dan Kobalima di Wemasa, Kadis Ferdy bilang, pihaknya juga menempuh cara jemput bola.

“Melalui cara ini, petugas kami membawa mesin cetak langsung datang di desa-desa. Tetapi, sedikit sekali masyarakat yang datang urus dokumen. Ratusan orang tidak punya KTP di desa itu tetapi yang datang urus hanya belasan orang. Bahkan, di desa tertentu, orang yang datang urus KTP hanya belasan orang. Kita mau persalahkan siapa”, demikian Kadis Ferdy setengah bertanya.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

 

 

Komentar