oleh

Hindari Rembesan Air di Badan Jalan, Drainase di Desa Ikan Tuanbeis Diperdalam

Kades Ikan Tuanbeis Kornelis Molo (kedua dari kanan)  bersama perangkatnya memantau langsung penggalian drainase di Dusun Oepuah,  Sabtu (12/09/2020). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

EFUDINI, TIMORline.com-Pemerintah Desa (Pemdes) Ikan Tuanbeis Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan penggalian drainase sepanjang 150 meter di Dusun Oepuah.

Kades Ikan Tuanbeis Kornelis Molo (tengah) memberi petunjuk kepada operator exavator. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Penggalian itu dilakukan untuk memperdalam drainase guna menghindari rembesan air di badan jalan.

Sebab, rembesan air itu menyebabkan lumpur di badan jalan sekira 100 meter sepanjang tahun.

Kegiatan penggalian itu dilakukan Sabtu (13/09/2020).

Terpantau, penggalian drainase itu menggunakan exavator diawasi langsung Kepala Desa (Kades) Ikan Tuanbeis Kornelis Molo.

Warga sepanjang jalan itu juga ikut membersihkan bahu jalan sebelum dan sesudah penggalian.

Kades Kornelis menjelaskan, drainase itu diperdalam untuk menghindari rembesan air. Sebab, sepanjang badan jalan tersebut berlumpur sepanjang tahun baik pada saat musim kemarau maupun musim hujan.

Kades Ikan Tuanbeis Kornelis Molo (pertama) tampak gembira menyaksikan drainase yang sudah diperdalam. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Rembesan itu terjadi karena di bagian atas pemukiman warga terdapat beberapa sumber air. Antara lain Sumber Oe Seran.

“Sumber airnya di lereng sana. Airnya mengalir lewat jalan umum ini. Makanya di sini selalu lumpur. Kalau musim hujan jalan rusak tidak enak pung”, ungkap Kades Kornelis.

Kades Kornelis mengaku senang sekali melihat drainase yang sudah diperdalam itu.

“Kami su aman, bos”, aku Kades Kornelis kepada TIMORline.com di samping.

Efarius Meak, Sekretaris Desa Ikan Tuanbeis bilang, lumpur paling banyak terlihat saat musim hujan. Kendaraan yang lewat harus ekstra hati-hati baik kendaraan roda dua, empat maupun enam.

“Tidak pernah terjadi kecelakaan besar tapi pelintas jalan harus ekstra hati-hati karena lumpur tebal dan licin. Kebetulan letak rumah di depan jalan ini”, ujar Sekretaris Efarius sambil menunjuk rumahnya.

Paulus Tae, warga setempat mengaku senang sekali melihat drainase di sepanjang jalan di depan rumahnya diperdalam. Sebab, bahu jalan yang diperdalam dengan lebar satu meter dan tinggi satu meter itu sudah bisa memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan.

“Nanti kita lihat, masih lumpur atau tidak”, demikian Paulus.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar