oleh

YPTI, YPII dan Pemkab Malaka Adakan Monev STBM-MKM

BETUN, TIMORline.com-Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI) dalam kemitraan dengan Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPII) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka mengadakan Pelatihan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap komitmen pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat-Manajemen Kesehatan Menstruasi (STBM-MKM) di Sekolah.

Direktur YPTI Vincentius Kiabeda saat membuka secara resmi Pelatihan Monitoring STBM-MKM di Hotel Ramayana, Betun, Kamis (10/09/2020), mengatakan, STBM-MKM Sekolah merupakan bagian dari komitmen sanitasi total.

“Pelaksanaan STBM di Sekolah merupakan tanggungjawab sekolah dan dikoordinasikan dengan desa”, katanya.

Suasana Pelatihan Monitoring STBM-MKM di Hotel Ramayana, Betun, Kamis (10/09/2020). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Menurut Vincentius, tujuan Monitoring dan Evaluasi STBM Sekolah untuk melakukan pemantauan dan evaluasi guna mengukur perubahan yang terjadi di sekolah.

Consultan STBM-MKM Sekolah pada YPTI Embrolino Luis M. Carlos saat memfasilitasi peserta, menegaskan, STBM adalah tangga menuju sekolah yang sehat.

Prinsipnya, STBM Sekolah butuh
keterlibatan bersama dalam memantau perubahan. Tetapi, pemantauan itu harus akurat menggunakan data.

“Data itu harus dianalisis sesuai kebutuhan”, katanya.

Luis, begitu Embrolino Luis M. Carlos biasa disapa, dalam pemantauan harus dipastikan apakah di sekolah ada toilet atau tidak, ada tempat cuci tangan atau tidak, ada tempat sampah atau tidak, dan ada parit atau tidak.

“Toilet digunakan secara benar atau tidak. Siapa saja yang bisa menggunakan toilet. Apakah penyangdang disabilitas bisa menggunakannya. Apakah sebelum atau sesudah ke toilet anak-anak cuci tangan atau tidak, dan lain sebagainya”, kata Luis.

Para peserta berasal dari Kecamatan Io Kufeu, terdiri dari petugas Puskesmas, Sanitarian, pegawai kecamatan, guru dan murid, masing-masing dua orang.

Pelatihan ini akan ditindaklanjuti dengan praktik berupa pemantauan langsung di SMP Negeri Satap Baunakan pada Jumat (11/09/2020).

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar