oleh

12 September, Keluarga Besar Maumere Jakarta Gelar Webinar Nasional

JAKARTA, TIMORline.com-Keluarga Besar Maumere Jakarta (KBM Jaya) akan menggelar Webinar Nasional pada 12 September 2020.

Kegiatan virtual tersebut akan mengusung thema: Pengarusutamaan Masyarakat Lokal dalam Pembangunan dengan Spritit Kebinekaan.

Prudensius Maring selaku ketua panitia kegiatan melalui rilis yang disebar kepada media, Kamis (10/09/2020) pagi, menjelaskan, kegiatan Webinar Nasional ini merupakan realisasi program kerja Keluarga Besar Maumere (KBM) di Jakarta.

Pilihan tema Webinar tersebut didorong oleh keinginan agar pembangunan yang berlangsung di daerah pada berbagai bidang selalu memperhatikan kepentingan dan hak-hak masyarakat lokal.

“Kita bersyukur atas semua capaian pembangunan daerah, namun tidak boleh berhenti mendiskusikan dan mencari metode dan cara terbaik untuk menjalankan pembangunan”, katanya.

Dijelaskan, Webinar yang dinisiasi KBM Jaya ini bersifat terbuka bagi semua masyarakat yang peduli terhadap pembangunan dan masyarakat lokal.

Sehingga, semua masyarakat Kabupaten Sikka diundang untuk bergabung dan berdiskusi dalam Webinar, baik yang berdomisili di berbagai daerah lain di Indonesia maupun di luar negeri.

Target peserta sekira 500 orang yang tersebar di berbagai wilayah.

Menurut dosen Universitas Budi Luhur ini, penyelenggaraan kegiatan secara online ini sebagai bentuk adaptasi terhadap tatanan kehidupan baru (new normal) akibat pandemi Covid-19.

“Langkah ini membuka jejaring lebih luas untuk mendiskusikan persoalan di daerah”, tandas Prudensius.

Tema Webinar di atas akan dibahas dalam tiga ranah. Pertama, Ranah Kebijakan Pusat-Daerah.

Di ranah ini, panitia bersama peserta ingin melihat bagaimana konstruksi pembangunan daerah dan di mana posisi masyarakat lokal, serta bagaimana dukungan sinergi kebijakan pusat-daerah.

Kedua, Ranah Implementasi. Di ranah ini, panitia dan peserta melihat dan mendiskusikan pengalaman yang terjadi, aksi-aksi yang dilakukan, dan refleksi penyelenggaraan pembangunan daerah ke depan.

Ketiga, Ranah Pembingkaian. Di ranah ini, pada tataran hukum, peraturan, dan paradigma pembangunan yang menempatkan masyarakat lokal sebagai pusat (subjek sekaligus objek) adalah sebuah kenisacayaan.

Untuk mendukung pembahasan tema tersebut, panitia menghadirkan narasumber dari daerah dan nasional dengan latar belakang beragam.

Narasumber yang sudah konfirmasi adalah Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, SSos, MSi), anggota DPR RI Drs. Melkias Markus Mekeng, Pater Dr. Hubert Thomas, SVD dan Pater Dr. John Prior, SVD (keduanya sebagai Cendekiawan Katolik dari Puslit Candraditya Maumere), Haji Abd. Rasyid Wahab sebagai Tokoh Agama dan Cendekiawan Muslim, John Bala, SH sebagai aktivis HAM, Robert Endi Jaweng, MAP sebagai Direktur Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) dan Petrus Selestinus, SH, MH sebagai Ketua KBM Jaya dan Koordinator TPDI.

Kontribusi para narasumber sesuai thema tersebut diharapkan bisa menjawab tujuan Webinar, yaitu bersama-sama melihat dan memahami pengalaman dan praktik-praktik pembangunan di daerah, terbangun pemahaman tentang arah kebijakan pembangunan daerah yang mengakomodasi kepentingan dan hak masyarakat lokal.

Selanjutnya, hasil Webinar akan disampaikan kepada semua stakeholders pembangunan daerah baik pemerintah, legislatif, dan masyarakat secara luas.

Hasil ini juga diharapkan menjadi dasar kegiatan berikut untuk pembangunan daerah.

Webinar ini diinisiasi dan didukung penuh Ketua KBM Jaya Petrus Selestinus dan Pengurus KBM Jaya, pendiri dan sesepuh KBM Jaya Blasius Bapa dan tokoh senior lainnya.

Panitia berharap Webinar Nasional ini menjadi momentum belajar online bersama calon peserta.

Melalui dukungan Farida Denura dengan latar media dan Emanuel Migo yang menguasai teknologi pembelajaran online, panitia membuka Group WA bersama peserta untuk melakukan persiapan teknis dan mengatasi kendala pembelajaran online.

Dukungan kepanitiaan dan pemikiran Didinong Say, Cathy Dere, Franky Lewang dan Jac Jagong sangat penting untuk menyukseskan Webinar ini.

Editor: Cyriakus Kiik

Komentar