oleh

Satgas Yonarmed 3/105 Tarik Adakan Penyuluhan Wasbang dan Bela Negara di SMAN 1 Amfoang Timur

-Polkam-97 views

OEPOLI, TIMORline.com-Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarmed 3/105 Tarik melakukan penyuluhan wawasan kebangsaan (wasbang) dan bela negara bagi para murid SMA Negeri Amfoang Timur dilanjutkan dengan kerja bakti pembuatan mandi cuci kakus (MCK).

Anggota Satgas YonArm 3/105 Tarik bersama para murid SMAN 1 Amfoang Timur kerja bakti membangun MCK.

Dansatgas Yonarmed 3/105 Tarik Letkol Arm Laode Irwan Halim, SIP, MTr. (Han) dalam rilis tertulisnya yang diterima media, Minggu (06/09/2020), menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan anggota Pos Oepoli Tengah dan Pos Oepoli Pantai dipimpin Dankipur II Kapten Arm Warih Wiono.

Sedikitnya 60 orang lebih murid SMAN 1 Amfoang Timur mengikuti kegiatan tersebut pada Sabtu (05/09/2020).

Dansatgas Letkol Halim mengatakan, tugas pokok Satgas di perbatasan adalah menjaga kedaulatan NKRI. Tetapi, kehadiran Satgas ini di perbatasan pun ini harus memberikan manfaat kepada masyarakat perbatasan.

Antara lain memberikan penyuluhan wasbang dan bela negara yang dilaksanakan anggota Pos Oepoli kepada para peserta didik SMAN 1 Amfoang Timur.

“Setelah penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan kerja bakti membangun MCK bersama siswa lainnya”, ujarnya.

Anggota YonArm 3/105 Tarik pose bersama para guru SMAN 1 Amfoang Timur Kabupaten Kupang.

Menurut Dansatgas Letkol Halim, kegiatan penyuluhan wasbang dan bela negara tersebut disambut antusias pihak sekolah.

“Semoga dengan adanya penyuluhan ini dapat memberikan pemahaman kepada para pemuda penerus bangsa ini tentang Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara dalam menjaga keutuhan NKRI”, kata Letkol Halim.

Kepala SMAN 1 Amfoang Timur Farid, SSos, MM (35) berterimakasih kepada Satgas Yonarmed 3/105 Tarik yang sudah berkesempatan mengisi kegiatan di sekolah.

“Kehadiran Satgas di sekolah membuat murid sangat senang. Selain penyuluhan, ada semangat tersendiri bagi mereka untuk lebih giat mengikuti pelajaran di kelas”, ucap Farid.

Editor: Cyriakus Kiik

 

 

Komentar