oleh

Kemendes PDTT Launching Pilot Project Desa Damai Berbudaya

-Nasional-107 views

BETUN, TIMORline.com-Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengembangan Daerah Tertentu melaunching Desa Nglinggi sebagai Desa Pilot Project Desa Damai Berbudaya, Kamis (03/09/2020) siang.

Launching dilakukan secara daring oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pembangunan Daerah Tertentu, Aisyah Gamawati.

Dirjen Aisyah Gamawati menjelaskan, Desa Damai Berbudaya merupakan desa yang memiliki sembilan indikator.

Ke-9 indikator tersebut adalah:
1. Adanya komitmen untuk mewujudkan perdamaian;
2. Adanya pendidikan dan penguatan nilai perdamaian dan kesetaraan gender;
3. Adanya praktik nilai-nilai persaudaraan dan  toleransi dalam kehidupan warga;
4. Adanya penguatan nilai dan norma kearifan lokal;
5. Adanya Sistem Deteksi Dini pencegahan intoleransi;
6. Adanya sistem penanganan cepat, penanggulangan, pemulihan kekerasan;
7. Adanya peran aktif perempuan di semua sektor masyarakat;
8. Adanya pranata bersama yang mendapat mandat untuk memantau pelaksanaan Desa/Kelurahan Damai;
9. Adanya ruang sosial bersama antarwarga masyarakat.

“Kesembilan indikator tersebut saling berkaitan dan tentu pelaksanaannya butuh waktu, proses, dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat”, kata Dirjen Gamawati.

Indikator itu disusun bersama The United Nations Entity for Gender Equality and the Empowerment of Women (Organisasi pada Persatuan Bangsa-bangsa/PBB untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan).

Menurut Dirjen Gamawati, Launching Pilot Project Desa Damai Berbudaya tersebut merupakan starting point untuk mewujudkan seluruh desa di Indonesia menjadi Desa Damai Berbudaya.

Dari Kabupaten Malaka, hadir Yohanes Germanus Seran, Pemimpin Redaksi Nusantara9.com.

Ketika diberi kesempatan berbicara, Yohanes mengungkapkan, jika tujuan dari implementasi Desa Damai Berbudaya tersebut dimaksudkan untuk mewujudkan Indonesia yang damai dan berbudaya, hendaknya Kabupaten Malaka sebagai beranda NKRI harus prioritas implementasi program tersebut.

“Pertanyaan saya, dan mungkin pertanyaan dari seluruh masyarakat Malaka, yaitu kapan Desa Damai Berbudaya diimplementasikan di Kabupaten Malaka?”, tanya Yohanes.

Pertanyaan tersebut ditanggapi serius Hasrul Edyar, Direktur Penanganan Daerah Pasca Konflik pada Kemendesa PDTT.

Hasrul menjelaskan, pihaknya telah mengagendakan untuk berkunjung ke Kabupaten Malaka pada 2021 guna memantapkan rencana implementasi Desa Damai Berbudaya di babupaten yang berbatasan darat dengan Negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) tersebut.

“Insyaallah, 2021 kami ke Malaka. Akan kita mantapkan nanti”, ujar Hasrul.

Olis, yang hadir sebagai perwakilan Wahid Foundation juga antusias menanggapi pertanyaan Yohanes.

Menurut Olis, Wahid Foundation akan dengan senang hati hadir di Malaka untuk membentuk Desa Damai Berbudaya.

Desa Nglinggi sendiri berada di wilayah Kecamatan Klaten Selatan Kabupaten Klaten Propinsi Jawa Tengah.

Ikut hadir Direktur Penanganan Daerah Pasca Konflik Kemendesa PDTT Hasrul Edyar, sejumlah kepala daerah dan pejabat dan Wahid Foundation sebagai Mitra Kemendes PDTT dalam upaya menciptakan Desa Damai Berbudaya.

Editor: Cyriakus Kiik

 

Komentar