oleh

Polres dan KPU Malaka Sepakati Massa Pendaftaran Bakal Paslon Bupati-Wabup Dibatasi

Juru Bicara KPU Malaka Yosef Nahak (kiri) dan Kapolres Malaka AKBP Albert Neno (kanan). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

BETUN, TIMORline.com-Pihak Kepolisian Resor (Polres) Malaka dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malaka sepakati massa pendukung yang dibawa para bakal pasangan calon (paslon) Bupati-Wakil Bupati Tahun 2020 saat pendaftaran dibatasi.

Pembatasan itu dilakukan utamanya untuk mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. Sebab, pandemi Covid-19 tidak diketahui kapan berakhir.

“Setiap saat bisa saja ada yang terpapar. Potensinya ada kalau ada kerumunan dalam jumlah banyak orang”, kata Yosef Nahak, Juru Bicara KPU Malaka di hadapan peserta Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pendaftaran Bakal Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malaka Tahun 2020 di Sekretariat KPU Malaka, Rabu (02/09/2020).

Suasana Rakornis KPU Malaka di Sekretariat KPU Malaka, Rabu (02/09/2020). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Menurut Yosef, dalam teknis pelaksanaan, pihak KPU akan menyiapkan tenda di halaman Sekretariat KPU Malaka.

Di tenda itu akan disiapkan 30-50 kursi bagi massa pendukung bakal paslon bupati dan wakil bupati Malaka tahun 2020.

Tetapi, kursi pun disusun dengan jarak satu meter sebagaimana protokol kesehatan Covid-19.

Untuk itulah, pada Selasa (01/09) dan Rabu (02/09), pihak KPU Malaka telah melakukan koordinasi dengan pihak Polres Malaka.

Selaku Juru Bicara KPU Malaka, kepada peserta Rakornis, Yosef menginformasikan hal serupa.

“Massa pendaftaran bakal paslon bupati dan wakil bupati harus dibatasi sesuai protokol kesehatan Covid-19”, tandas Yosef.

Kapolres Malaka AKBP Albert Neno kepada media di ruang kerjanya, Rabu (02/09), mengatakan, massa pendukung bakal paslon saat pendaftaran memang harus dibatasi. Sebab, hingga saat ini, belum ada satu ahli pun yang menyatakan kalau pandemi Covid-19 akan segera berakhir.

Menurut Kapolres Albert, langkah-langkah pencegahan Covid-19 harus terus dilakukan. Antara lain tidak berkerumun dalam jumlah banyak orang. Sebaliknya, harus dibatasi.

Sebagian peserta Rakornis pose bersama di depan pintu Sekretariat KPU Malaka. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Untuk pembatasan massa pendukung pendaftaran bakal paslon bupati dan wakil bupati, Kapolres Albert akan melakukan koordinasi dengan KPU Malaka, Bawaslu Malaka, pimpinan partai koalisi dan tim pemenangan masing-masing bakal paslon.

Kapolres Albert berharap masyarakat Kabupaten Malaka terutama semua pihak yang terkait langsung dalam Pilkada Malaka 2020 supaya tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan damai.

“Hindari berbagai bentuk benturan dan tetap menjaga kamtibmas sehingga Pilkada terlaksana dengan aman dan damai”, demikian Kapolres Albert.

Dalam Rakornis hadir para komisioner KPU Malaka, komisioner Bawaslu Malaka, pimpinan partai koalisi, tim penghubung bakal paslon, Kepala Badan (Kaban) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Malaka Gaudensius Klau, pejabat Dinas Perhubungan Kabupaten Malaka, pejabat Dinas. kesehatan dan pejabat Polres Malaka.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar