oleh

Puluhan Rumah Adat di Lembata Terbakar

LEWOLEBA, TIMORline.com-Puluhan rumah adat di kampung lama Desa Bunga Muda Kecamatan Ileape Kabupaten Lembata Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terbakar, Minggu (30/08/2020) sekira pukul 14.00 Wita.

Informasi kebakaran ini disampaikan mantan Camat Ileape Stanislaus Kebesa pada pukul 15.10 Wita melalui grup WhatsApp “Tula Tuen Ile Alen Gole”. Grup ini merupakan grup yang menghimpun dan menghubungkan semua anak Ileape dan Ileape Timur baik di Lembata maupun yang berkarya di luar Lembata.

Pesan yang disampaikan Kebesa melalui WA Grup ini merupakan pesan yang masuk ke nomor WA pribadinya dan dibagikan ke WA Grup Tula Tuen Ile Alen Gole.

“Selamat siang komandan, mohon ijin menyampaikan informasi via telepon dari teman-teman wartawan selatan bahwa ada terjadi kebakaran di Desa Bungamuda dan sudah membakar beberapa rumah adat di perkampungan lama Desa Bungamuda Ile Ape,” demikian bunyi pesan yang diteruskan Kebesa yang kini menjabat Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Lembata.

Informasi lain dari anggota grup WA menyebutkan, kebakaran yang terjadi itu menyisakan tujuh rumah adat. Namun, hingga berita ini diturunkan belum ada kepastian mengenai berapa jumlah rumah adat yang dilalap jago merah.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, kebakaran itu menghanguskan 28 dari 36 rumah adat yang berada di lokasi desa tersebut. Dengan demikian ada delapan rumah adat yang lolos dari pristiwa ini, dan salah satunya adalah rumah adat Suku Lagamaking.

Yang pasti tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang berlangsung sekira pukul 14.00 Wita itu.

Rumah adat dengan atap alang-alang ini membuat api dengan cepat merambat dan sulit dipadamkan. Apalagi pemadaman dilakukan secara manual menggunakan dedaunan pohon.

Anton Purap, salah seorang warga Desa Bungamuda menyebutkan, dirinya pertama kali melihat ada kepulan asap hitam di sekitar kompleks perkebunan warga pada jam 13.30 Wita. Setelah itu dirinya langsung turun ke kampung untuk sampaikan ke warga lainnya dan kepala desa, serta semua warga untuk segera ke gunung yang menjadi lokasi kebakaran.

Anton juga menyebutkan, kebakaran itu bisa diredakan akan tetapi hembusan angin begitu kencang sehingga kecepatan penyebaran api tak bisa dibendung dan menyebabkan kebakaran melebar masuk ke dalam kompleks rumah adat.

Kepala Desa Bungamuda, Bernardus Parlete Lagamaking mengaku tahu peristiwa ini setelah mendapat laporan dari Anton Lado Purap dan warga desa lainnya.

Kades Parlete kemudian langsung menggerakkan semua warga ke lokasi kebakaran.

Setelah mendapat laporan dari warga, dia menggerakkan warga ke rumah adat dan sebagian besar warga langsung ke atas. Setiba di sana, api sudah sangat besar. Belum lagi angin kencang sehingga mereka kewalahan untuk selamatkan sebagian besar rumah adat itu.

Salah satu rumah adat yang terbakar adalah rumah adat Lewo Napaulun. Rumah adat ini milik dua desa, yakni Bungamuda dan Napasabok.

“Jujur kami dua desa ini merasa sedih. Padahal, 10 Agustus itu kami baru selesai buat seremoni Pao Boe Lewo dan Leluhur (seremoni adat memberi makan kampung dan leluhur-red). Tapi hari ini terjadi musibah yang tidak kami duga sebelumnya”, demikian Kades Parlete.

Penulis: Mansetus Balawala
Editor: Cyriakus Kiik

 

 

Komentar