oleh

Presenter, Teater dan Pelayanan

PRESENTER, teater dan pelayanan sesungguhnya kegiatan yang melekat pada sosok Maria Gorety Fanny Rahmasari. Pasalnya presenter yang melakukan tugas jurnalisme infotainment selama tiga tahun itu akhirnya dipercaya menjadi Koordinator Teaterri.

Meskipun tiga tahun silam telah meninggalkan pekerjaan sebagai presenter, umat Paroki Maria Bunda Karmel (MBK) Tomang ini giat melakukan pelayanan kelompok kategorial Persekutuan Doa Pembaruan Kharismatik Katolik (PDPKK) paroki setempat.

Lantas apa itu Teaterri? Teaterri adalah nama sebuah kelompok yang terbentuk beranggotakan lebih dari 50 orang anggota yang terlibat dalam drama musical ‘’Selubung Perempuan’’, dipentaskan Oktober 2013 di Bentara Budaya Jakarta. Kegiatan itu bertujuan untuk menggalang dana pembangunan rumah retret Klender, Jakarta Timur.

Setelah sukses mementaskan drama musical tersebut, kata Fanny, seluruh pemain yang rata-rata artis Katolik merasa perlu untuk bergabung dalam suatu kelompok/wadah yang didukung Pastor Mateo Harry Sulistyo, Pr selaku Ketua Komsos Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), dibantu Rm Stev Winarto, Pr.

Alasan keterlibatan di Teaterri , lanjut Fanny, Orang Muda Katolik (OMK) identik dengan masa depan gereja Katolik. Untuk itu sesuai dengan misi Teaterri orang muda Katolik mesti terlibat sebagai pembawa kabar baik melalui seni teater.

Fanny yang dipercayakan sebagai Koordinator Teaterri mengatakan, artis Katolik yang terlibat dalam Teaterri adalah Lisa Ariyanto, Maria Dosa Arsinta, Ria Probo dan sejumlah teman lainnya yang aktif dalam Komsos KAJ dan Komsos Paroki sewilayah KAJ.

Pendewasaan iman biasanya ditandai dengan perjalanan rohani jatuh-bangun masing-masing pribadi. Setelah menekuni pekerjaan pembaca berita infotainment ‘Cek and Ricek’ di sebuah televisi swasta, Fanny ‘banting stir ‘ dari pekerjaannya itu ke bidang pelayanan lain.

Di tengah kesibukannya mengumpulkan teman-teman dalam Teaterri Fanny sedang konsentrasi menulis buku bernuansa Katolik bertema ‘’Theology of the Body”.

Dikatakan, isu-isu yang berhubungan dengan Orang Muda Katolik itu sejatinya isu yang tak pernah kering alias tak berkesudahan. Karena itu untuk mengasah kemampuannya menulis, ia menerbitkan buku yang sesungguhnya tidak berbeda dengan suatu bentuk pelayanan.

Penulis: Konrad. R. Mangu
Editor: Cyriakus Kiik

 

 

Komentar