oleh

27 Peserta PKP Unimor Belajar Agribisnis di Desa Fafoe-Malaka

BETUN, TIMORline.com-Sedikitnya 27 peserta Praktik Kerja Profesional (PKP) Universitas Timor (Unimor) belajar melakukan agribisnis di Desa Fafoe Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ke-27 peserta PKP itu adalah mahasiswa dan mahasiswi Program Studi (Prodi) Agribisnis Fakultas Pertanian Unimor.

PKP itu sendiri berlangsung selama satu bulan dan akan berakhir minggu depan.

Kepala Desa Fafoe Yosef Seran Klau yang ditemui TIMORline.com di kediamannya, Sabtu (22/08/2020) siang, menjelaskan, 27 peserta PKP Unimor itu disebar di tiga Kelompok Tani (Poktan), yakni Poktan Fini Katara, Poktan Katara Nain dan Poktan Taroman.

Sebelum menjalani PKP, para peserta terlebih dahulu menjalani Masa Orientasi Lapangan (MOL) sebagaimana masa Orientasi Studi Kampus (Ordik) pada awal kuliah.

Dalam MOL, jelas Kades Yosef, para peserta PKP diperkenalkan pada kondisi wilayahnya. Dengan demikian, para peserta dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan desa. Pun perlu tahu apa yang harus dilakukan selama PKP.

Selanjutnya, dalam masa PKP, para peserta PKP diajarkan untuk menanam jagung dengan sistem double track di kebun milik Poktan Taroman, Fini Katara dan Katara Nain.

Saat memantau aktivitas peserta PKP di salah satu kebun milik Poktan Taroman, terlihat mereka sedang menimbun tanaman jagung hibrida musim tanam ketiga seluas dua hektar.

Menurut Kades Yosef, jagung tersebut ditanam menggunakan sistem double track dengan jarak tanam 20 x 40 cm. Sedangkan jarak baris satu meter.

Sedangkan pada salah satu kebun lainnya, jarak tanam 40 x 40 cm. Sedangkan jarak baris sama dengan jarak baris kebun lainnya, yakni satu meter.

Dijelaskan, dalam sistem tanam double track, saat tanam lubang tidak ditutup. Setelah jagung tumbuh 5-7 sentimeter barulah lubangnya ditutup.

Bersamaan dengan PKP mahasiswa dan mahasiswi Unimor di desa itu, Kades Yosef menuntun mereka untuk menimbun tanaman jagung yang ada di dua kebun milik Poktan Taroman.

Koordinator Peserta PKP Unimor pada Poktan Taroman Desa Fafoe Fabianus Nahak mengatakan, selama PKP satu bulan, mereka menemukan banyak hal baru.

Antara lain, sistem tanam double track. “Sistem tanam ini kami dapat di lapangan. Kami tidak dapat di kampus”, kata Fabianus.

Sejak awal dan nantinya selesai PKP pekan depan, menurut Fabianus, dia dan kawan-kawan mendapat penerimaan luar biasa dari masyarakat dan pemerintah desa setempat.

Terpantau, tampak tanaman jagung hibrida musim tanam ketiga di kebun milik Poktan Taroman itu tumbuh subur kehijau-hijauan.

Tinggi tanaman diperkirakan sudah mencapai 15-30 sentimeter.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar