oleh

Intelektual Muda Papua Minta Polemik Otsus Jilid II segera Diakhiri

-Nusantara-123 views

JAKARTA, TIMORline.com-Intelektual muda Papua dan Papua Barat diaspora yang saat ini berada di Jakarta dan sekitarnya meminta pemerintah pusat, propinsi dan para pemangku kepentingan lainnya di tanah air untuk segera mengakhiri polemik pemberlakuan Otonomi Khusus (Otsus) Jilid II.

Sebab, polemik itu dinilai sangat berpotensi untuk memecah-belah keutuhan dan keharmonisan Papua baik di tingkat struktural politik maupun masyarakat.

Dalam konferensi pers di Jakarta, baru-baru ini, intelektual Papua menyatakan, pihaknya mempunyai peran penting untuk menjaga keutuhan Papua dan keharmonisan masyarakat setempat.

Atas kesadaran itu, mereka meminta pemerintah pusat dan propinsi untuk melanjutkan kebijakan Otsus yang sudah berjalan selama ini di Papua.

Berikut pernyataan sikap lengkap Intelektual Muda Papua dan Papua Barat :
1. Mendukung respon positif pemerintah melanjutkan Otsus Jilid II.
2. Mendorong pemerintah pusat dan propinsi serta daerah untuk saling berkordinasi satu sama lain untuk merumuskan Otsus Papua Jilid II untuk terwujudnya regulasi yang bijak bagi masyarakat Papua.
3. Intelektual Muda Papua-Papua Barat siap mengawal dana Otsus Jilid II yang digelontorkan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, sebagai upaya evaluasi Otsus Jilid I yang kami nyatakan masih kurang dalam segi pengawalannya.
4. Mengajak masyarakat Papua pandai dan bijak membaca kebijakan Otsus Papua Jilid II dan tidak terprovokasi oleh oknum manapun yang ingin memanfaatkan segala bentuk kepentingan yang muncul di Papua. 5. Segala bentuk regulasi untuk kepentingan dan kemajuan masyarakat Papua harus benar-benar disuarakan dan didengar dengan baik khususnya di bidang pendidikan sebagai salah satu upaya peningkatan sumber daya manusia di tanah Papua.

“Tidak Usah Berbicara Tentang Tolak Otsus Jilid II Tapi Kita Menikmatinya. Sama Saja Kita Memunafikkan Diri Menjadi Pendosa Seperti Mereka Yang Lainnya”, demikian Intelektual Muda Papua-Papua Barat mengakhiri pernyataan sikap mereka.

Pernyataan sikap itu ditandatangani Henci Danyelo Lee Hamberi (Aktivis Muda Serui), Arman Asso (Ketua DPP KNPI asal Wamena), Isay Wenda (Aktivis Asal Lanny Jaya), Muli Yasir Kaninggai (Aktivis Fak-Fak), Abdul Rahman M. Werfete (mantan Ketua IMAPA UI) dan Malkin Kosepa (Ketua HimaBin se-Jabodetabek).

Editor: Cyriakus Kiik

 

Komentar