oleh

Pejuang Pers di Balik Foto Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan RI

SEBUAH tugu penuh cerita sejarah dibangun di Desa Talikuran Kecamatan Kawangkoan Kabupaten Minahasa Propinsi Sulawesi Utara. Tugu ini menyimpan sejumlah foto terkait Proklamasi Kemerdekaan RI.

Namanya Tugu Pers Mendur. Tugu diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2013.

Di bagian depan Tugu Pers Mendur terdapat patung kakak beradik. Keduanya adalah Alexius Impurung Mendur dan Frans Soemarto Mendur, dua putra asli Minahasa.

Patung bercat emas itu berdiri di atas sebuah kamera. Di belakangnya, berdiri rumah panggung terbuat dari kayu berwarna putih. Begitu masuk ke dalam rumah, terdapat dokumentasi foto-foto pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan RI dan peristiwa penting seputar Kemerdekaan RI, serta sejarah lainnya. Bahkan, kita bisa melihat klise foto asli yang kala itu ingin dihilangkan tentara Jepang.

Lantas, dari mana asal foto-foto bersejarah itu? Foto-foto itu adalah hasil karya Alexius Impurung Mendur dan Frans Soemarto Mendur. Sosok keduanya diabadikan dalam bentuk patung Tugu Pers Mendur.

Saat peristiwa pembacaan Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, Alex dan Frans menjadi saksi hidup. Keduanya jugalah yang mengabadikan peristiwa bersejarah itu.

Alexius Impurung Mendur (lahir 1907) dan Frans Soemarto Mendur (lahir 1913) mengambil foto saat pembacaan teks proklamasi oleh Soekarno-Mohammad Hatta hingga pengibaran Bendera Merah Putih di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta.

Kakak beradik itu mengabadikan momentum sakral tersebut menggunakan kamera jenis Leica.

Pieter Mendur, keponakan dari Alex dan Frans mengatakan, bukti foto klise pada detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI sempat dirampas tentara Jepang dari tangan Alex. Namun, Frans berhasil menyembunyikan klise foto miliknya itu.

“Frans katakan ke tentara Jepang bahwa klise fotonya telah diambil Barisan Pelopor saat itu,” ujar dia sebagaimana dicitat dari Sindonews.com, Selasa (19/08/2020).

Padahal, klise foto itu dikubur Frans di Kantor Harian Asia Raya.

Menurut Pieter, selain dokumen penting Proklamasi RI, Alex dan Frans juga berhasil mengabadikan sejumlah peristiwa bersejarah di Indonesia sebagai dokumen foto dan masih terpajang di dalam rumah yang ada di Tugu Pers Mendur itu.

“Mendur Bersaudara baru bisa mendapatkan penghargaan di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan dianugerahi gelar Bintang Jasa Utama,” terang dia.

Pierre Mendur, putra dari Pieter Mendur menambahkan, meninggalnya Frans pada 1971 tidak diketahui publik. Hal ini berbeda dengan meninggalnya Alex di tahun 1984, yang diketahui publik.

“Alex adalah jurnalis di Jakarta saat itu dan Frans dari Manado berangkat ke Pulau Jawa kemudian bertemu dengan Alex di Jakarta. Dari situlah mereka berdua mengabadikan peristiwa-peristiwa penting kemerdekaan RI,” demikian penjaga Tugu Pers Mendur itu.

Editor: Cyriakus Kiik
Sumber: Sindonews.com

 

Komentar