oleh

Bupati Sorong Cabut Izin PT Mega Mustika Plantation

SORONG, TIMORline.com-Bupati Sorong Jhony Kamaru secara resmi mencabut izin PT Mega Mustika Plantation (MMP).

Pencabutan izin perusahaan tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Bupati Jhony Tentang Pencabutan Izin Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di Kawasan Hutan, yang tersebar di tiga distrik di Lembah Kalasow.

Izin operasi PT MMP dicabut karena perusahaan itu tidak ada kejelasan yang baik kepada masyarakat.

Sehingga, jika perusahaan tersebut tetap hadir di Kabupaten Sorong, akan merusak kawasan hutan yang tersisa di wilayah tersebut.

Padahal, hutan tersebut sesungguhnya merupakan penyanggah utama sumber air dan ekosistem lingkungan masyarakat di kampung-kampung di pedalaman dan wilayah pesisir.

“Keputusan ini kami ambil semata-mata untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Sorong, terutama Suku Moi yang hidup di wilayah pesisir dan pedalaman wilayah Kalasow. Kalau hutan rusak, nasib anak cucu ke depan rusak pula. Kami tidak melihat ada keuntungan dari usaha perkebunan kelapa sawit bagi masyarakat lokal,” tandas Bupati Jhony, Jumat (14/08/2020).

Bupati Jhony mengakui kalau perusahaan tersebut telah mengantongi Persetujuan Prinsip Pelepasan Kawasan Hutan yang Dapat Dikonversi (HPK) untuk perkebunan kelapa sawit atas nama PT MMP sebagai perkebunan pemerintah pusat sejak 2015.

Tetapi, setelah dikaji Pemerintah Kabupaten Sorong, ternyata PT MMP tidak memberi keuntungan apa-apa kepada masyarakat.

Atas hasil kajian itu, Bupati Jhony mencabut izin PT MMP. SK pencabutan itu diserahkan dengan mendatangi langsung kantor PT MMP di Kampung Dela.

Saat itu, Bupati Jhony didampingi beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan salah satu anggota DPRD Kabupaten Sorong Marthinus Ulimpa.

Bersamaan dengan peresmian Gedung Gereja Jemaat Sion Dela, salah satu pejabat pada Bagian Hukum Sekretariat Kabupaten Sorong langsung membacakan SK Pencabutan Izin Operasi PT MMP di hadapan jemaat.

Dengan diterbitkannya SK Pencabutan Izin Operasi PT MMP maka perusahan tersebut sudah tidak beroperasi lagi di wilayah itu.

Marthinus Ulimpa, anggota DPRD Sorong yang hadir pada kesempatan itu mengaku sangat bangga dan mengucap syukur karena sudah ada SK Bupati Sorong Jhony Kamaru untuk mencabut izin operasi PT MMP.

“Terimakasih kepada generasi Kalaben dan semua masyarakat yang sudah berjuang bersama-sama dalam memperjuangkan hak masyarakat adat Kalaben”, tandas Marthinus.

Merespon tindakan Bupati Jhony,
Ketua AMAN Malamoi Sem Vani Ulimpa mengatakan, dengan diterbitkan dan diserahkannya SK Pencabutan Izin PT MMP maka masyarakat setempat sudah bisa secara bebas menentukan langkah-langkah mereka mencintai alam.

“Kita sudah bebas dan merdeka di negeri sendiri. Sebab, ancaman besar yang kita hadapi sejak 2011 baru berakhir dan membuahkan hasil pada 2020″, tandas Marthinus.

Dia menambahkan, ke depan, banyak yang harus dikerjakan untuk selalu menjaga alam dan bebas dari tekanan apa pun berkaitan dengan perkebunan kelapa sawit”, demikian Marthinus.

Editor: Cyriakus Kiik/AWIT

 

Komentar