oleh

Warganet Soroti Rasa Kemanusiaan Pengambil Video Kematian Tragis Pegawai Puskesmas Noemuti-TTU

BETUN, TIMORline.com-Kematian tragis pegawai Puskesmas Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Gonsa Kolo, mendapat sorotan warganet.

Gonsa mengalami nasib naas itu dalam kecelakaan lalulintas (laka lantas) yang dialaminya, Rabu (12/08/2020) pagi.

Yang disoroti warganet bukan peristiwanya tetapi tindakan pengambil video peristiwa yang viral begitu cepat di media sosial.

Sang Alang Jr, misalnya, melalui akun facebooknya menyatakan, peristiwa duka kematian tragis Gonsa itu meninggalkan potret matinya rasa kemanusiaan.

“Tak bisa dibayangkan, orang-orang itu lebih suka mengambil foto dan membuat video daripada menolong sesama. Ini menunjukkan matinya rasa solidaritas, rasa kemanusiaan & rasa persaudaraan kita sebagai manusia beriman. Bagaimana mungkin seorang mengalami kecelakaan merangkak dlm keadaan terbakar dan berteriak meminta pertolongan namun kita malah sibuk mengambil gambar/ video”, tulis Sang Alang.

Sang Alang memaknai peristiwa itu sebagai peristiwa iman. Sebagai peristiwa iman, peristiwa ini memberi pesan kepada kita, dunia handphone menjadi momok yg menakutkan bagi rasa kemanusiaan.

“Sebuah refleksi besar kerapuhan iman Kristiani, melihat kejadian dgn tidak memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan, malah sibuk swafoto atau membuat video, lalu memviralkan di medsos. Bayangkan saja pada saat yg bersamaan ada sekitar orang-orang itu tergerak nurani menolong, mungkin saja ceritanya berbeda”, kata Sang Alang.

Secara pribadi, kawan, sahabat dan Saudara Gonza Kolo, Sang Alang mengaku prihatin dan menyesalkan tindakan pembiaran oleh masyarakat di lokasi kejadian yang mati rasa kemanusiaannya.

“Peristiwa yang kamu alami, sadarkan kami betapa matinya rasa kemanusiaan dan matinya iman manusia-manusia beriman. TuhanSayangKamu”, demikian Sang Alang mengakhiri statusnya.

Status senada ditulis Agustinus Siki bersama Violla Siki dan Esther Agustinus. Mereka mempertanyakan tindakan pengambil foto dan video lalu diviralkan secepatnya.

“Bagaimana mungkin seseorang mengalami kecelakaan merangkak dlm keadaan terbakar dan berteriak meminta pertolongan namun kita malah sibuk mengambil gambar/ vidio”, katanya.

Agustinus yakin, jika pada saat yg bersamaan ada sekitar 10 org di lokasi membuka baju, jaket dan menutup badan korban maka dapat dipastikan saudara kita Gonsa Kolo mendapatkan pertolongan pertama.

“Semoga kita sekalian tersadarkan rasa soliditas, rasa perikemanusiaan & persaudaraan”, begitu harap Agustinus.

Angki Tae, warganet lainnya mengaku tidak mengenal sedekat mungkin Gonsa. Tetapi, melihat foto dan video beredar di mana mana, betapa hancur hatinya.

Sebab, saat melihat peristiwa itu, keegoan manusia lebih memilih foto dan mengambil video ketimbang menyelamatkan hidup Gonsa.

“Sungguh telah dibutakan dgn hati nurani yg mati raga dengan rasa memiliki saudara. Selamat jalan kk, kamu luar biasa di mata Tuhan”, begitu Angki menutup status facebooknya.

Dedhy Seran, dalam status facebooknya menilai, kecanggihan dunia telah merapuhkan nurani manusia. Betapa tidak, seandainya tidak ada handphone di tangan manusia saat itu, kawan pasti dibantu ketika merangkak dan merintih meminta tolong. Namun tidak, orang-orang yang didekatmu saat itu malah sibuk mengabadikan kejadian tragis itu tanpa memikirkan keselamatanmu.
Mirisnya lagi, mereka menyebarluaskan di media dalam hitungan menit tanpa memikirkan bagaimana perasaan keluarga, sahabat dan orang-orang terdekatmu.

“Engkau telah tiada kawan, kepergiaanmu meninggalkan pilu dan pelajaran berharga bahwa manusia telah mempertontonkan rapuhnya nurani. Tidak apa-apa kawan, yakinlah engkau disambut bahagia oleh Tuhan.
Selamat jalan kawan, semoga engkau mendapatkan tempat yang layak di sisi Tuhan. Dari Malaka, Turut Berduka Cita”, begitu tulis Dedhy Seran.

Jenimartis Siki, warganet lainnya bilang tidak benar pemberitaan sebuah media online yang memberitakan kalau dalam perjalanan itu Gonsa membawa serta bahan bakar minyak jenis bensin satu jerigen.

Jenimartis juga mengimbau warga untuk tidak membagikan video peristiwa tragis yang dialami Gonsa ke mana-mana. Sebab, peristiwa itu membuat keluarga sangat terpukul. Dengan viralnya foto dan video peristiwa itu membuat keluarga lebih terpukul lagi.

Apa yang diungkapkan warganet ini patut menjadi refleksi moral, solidaritas dan kemanusiaan umat manusia sejagat.

Sebab, dari video yang viral, terlihat beberapa orang sibuk mengambil gambar dan video. Bahkan, ada yang hanya berdiri lipat tangan melihat petugas berusaha memadamkan api dan mengangkat jenazah korban dari kobaran api menggunakan kayu.

Tidak diketahui pasti, siapa yang tiba lebih dahulu di tempat kejadian perkara (TKP), petugas atau warga.

Editor: Cyriakus Kiik

Komentar