oleh

Bawaslu Malaka Gelar Bimtek Peliputan dan Penulisan Berita

BETUN, TIMORline.com-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Teknik Peliputan dan Penulisan Berita bagi para Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Bawaslu Kabupaten Malaka di Sekretariat Gakkumdu Bawaslu Malaka, Senin (10/08/2020).

Ketua Bawaslu Kabupaten Malaka Petrus Nahak Manek saat membuka kegiatan tersebut meminta para peserta untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan baik.

Sebab, menurut Petrus, tugas utama PPID Bawaslu adalah memublikasikan program-program dan kerja-kerja Bawaslu untuk diketahui publik.

“Publikasi itu tidak tidak sekedar membuat laporan dan menulis tetapi harus trampil. Supaya trampil harus ada Bimtek seperti ini sebagai peningkatan kapasitas tim PPID Bawaslu”, tandas Petrus.

Jemris Fointuna, Pimpinan Bawaslu Propinsi NTT sebagai narasumber dalam materinya Kebijakan dan Perkembangan Terkait Publikasi dan Pembuatan Berita di Bawaslu mengatakan, setiap orang berhak mendapat dan menyampaikan informasi publik.

Tetapi, tata kelola informasi itu diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan. Sehingga, program dan kerja-kerja Bawaslu itu didasarkan pada aturan perundang-undangan yang ada, tidak mengada-ada.

Mantan wartawan Majalah TEMPO dan The Jakarta Post itu menegaskan, tidak semua informasi publik itu dipublikasikan.

“Ada informasi publik yang dikunci dan hanya bisa dibuka untuk kepentingan tertentu, misalnya kepentingan hukum dan keamanan negara”, katanya.

Khusus PPID Bawaslu Malaka, Jemris berharap tetap membangun komunikasi yang baik dengan lembaga mitra dan pemerintah dalam melaksanakan tugas-tugas pengawasan.

Sebab, menurut mantan wartawan Timor Express itu, Bawaslu tidak bekerja sendirian. Tetapi, sangat diperlukan adanya partisipasi masyarakat.

Selain Jemris, narasumber lainnya adalah Cyriakus Kiik, Pemimpin Redaksi media online TIMORline.com.

Kiik yang hadir membawakan materi: Teknik Peliputan dan Penulisan Berita, menyebut beberapa teknik peliputan yang lazim bagi seorang jurnalis.

Teknik-teknik itu antara lain wawancara, berlangganan koran dan kantor berita, pengamatan langsung, internet, dan riset/dokumentasi tertulis.

“Teknik-teknik ini memudahkan akses seorang jurnalis untuk mendapat informasi dan menyampaikannya kepada publik”, kata Kiik.

Kiik yang mantan wartawan Berita Yudha dan Majalah TEMPO itu juga menyampaikan beberapa hal teknis tentang menulis berita.

Antara lain, rumus pembuatan berita, anatomi penulisan berita, ciri-ciri berita dan praktik menulis berita.

Para peserta diminta untuk membuat berita, antara lain Poli dan Rinold. Tulisan itu kemudian dipresentasikan dan diedit bersama-sama dengan peserta lain.

“Editing itu salah satu tahapan proses pengelolaan informasi di kantor redaksi sebuah media sebelum informasi itu dipublikasikan ke publik”, tandas Kiik.

Selain Ketua Bawaslu Malaka Petrus Nahak Manek dan pimpinan Bawaslu Propinsi NTT Jemris Fointuna, hadir pula Sekretaris Bawaslu Malaka Vinsensius Bria dan dua Komisioner Bawaslu Malaka lainnya, yakni Nadap Betty, yang juga Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) dan Petrus Kanisius Nahak, yang juga Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga.

Meli, salah satu peserta mengaku sangat senang dengan materi dan penyajian narasumber.

Sebagai sesuatu yang baru, Meli bilang menulis itu sulit. Tetapi, bila berlatih dan ada pendampingan terus-menerus, pasti mereka bisa.

Rini, satu-satunya peserta perempuan yang mengikuti kegiatan ini kagum dengan materi kegiatan. Tetapi, sebagai sesuatu yang baru, dia mengaku kewalahan baru memulai dari mana dan berakhir di mana.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar