oleh

Guru Menjadi Role Model Pembentukan Karakter Anak Didik

-Pariwisata-48 views

TANGERANG, TIMORline.com
Tugas seorang guru di sekolah tidak hanya menjadikan peserta didik tampil sebagai pribadi yang pintar akademik tapi juga menjadi role model pembangunan karakter peserta didik di sekolah.

‘’Sekolah harus selalu mengedepankan atau selalu menanamkan karakter positif dalam diri setiap anak atau peserta didik,’’ kata Lanny Maria, Staf Litbang mewakili Yayasan Kasih Abadi Sekolah Stella Maris, Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan dalam acara Pengukuhan Gugus Depan (Gudep) Gerakan Pramuka, Pangkalan Sekolah Stella Maris, BSD, Tangerang, di aula lembaga itu, Rabu (05/08/2020).

Pengukuhan Gudep Stella Maris dilakukan Ketua Kwaran Ely Suhartini dihadiri semua guru yang merupakan perwakilan dari unit SD, SMP, dan SMA Stella Maris, BSD.

Turut hadir perwakilan peserta didik unit SD, SMP dan SMA dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan di tengah masih maraknya wabah Pandemi Covid-19.

Lanny Maria menyambut baik pengukuhan Gudep ini. Sebab, wadah ini merupakan sarana efektif pembentukan karakter positif dalam diri anak di lembaga pendidikan Stella Maris.

‘’Sebagai lembaga berbasis Kristiani mengusung nilai-nilai kepedulian (care), compassion (belas kasih), toleransi, empati dan gotong-royong yang selaras dengan nilai-nilai Dasa Darma Pramuka,’’ kata Lanny Maria.

Ketua Gugus Depan Stella Maris Dra. Uning Widyastuti Anastasia mengatakan, pendidikan Stella Maris BSD yang mengusung tagline “School of Feature Enterpreneur” ini akan terus menghidupi karakter-karakter positif yang sesuai dengan nafas Kristiani, sehingga menyiapkan anak-anak memiliki karakter baik, membangun gereja bangsa dan negara tercinta.

‘’Sekolah kami mengutamakan pembangunan karakter anak seperti yang digaungkan pemerintah saat ini. Untuk itu melalui gerakan Pramuka di sekolah kami terus mengembangkan hal itu,’’ kata Uning.

Menurut Uning, dalam praktik nilai-nilai toleransi yang dikembangkan, meskipun sekolah ini berbasis katolik, lembaga ini tetap menghargai perbedaan agama yang dianut peserta didik.

“Jumat pertama dalam setiap bulan peserta beragama Katolik mengikuti Misa, anak-anak yang beragama non Katolik mendapat pembinaan dari pendampingnya masing-masing seperti uztad, pendeta, tokoh tokoh agama Konghucu, Hindu dan Budha kita hadirkan untuk pembinaan bagi anak-anak”, tandas Uning.

Ely Suhartini, Ketua Kwaran Tangerang Selatan mengatakan, dengan terbentuknya Gudep ini Stella Maris lebih semangat dalam berpramuka.

Ia mengharapkan pengukuhan ini bisa menghasilkan peserta didik berkepribadian yang baik dalam kehidupan setiap hari.

Kontributor: Konradus Rupa Mangu
Editor: Cyriakus Kiik

Komentar