Mahasiswa Malaka Sakit Parah Diurus Warga Surabaya, Keluarga di Timor belum bisa Dihubungi

BETUN, TIMORline.com-Fransisco Amaral, disebut-sebut sakit parah dan sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya, Jawa Timur.

Dia dikabarkan berasal dari Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tepatnya di RT. 001/RW. 002 Kecamatan Kobalima. Hanya tidak disebutkan nama asal desanya.

Tetapi, di Kobalima hanya ada adik dan neneknya. Sedangkan keluarga besarnya di Timor Leste.

Hal ini terbaca dari akun facebook Ardy da Silva melalui Sahabat Berita Timorline.

Di beranda facebooknya, Ardy menginformasikan kalau Fransisco Amaral sakit sudah enam bulan. Dia dibawa ke Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya atas bantuan tetangga, yakni Ibu Meiylani dan saudaranya dibantu beberapa warga kampung setempat.

Selain mengantar Fransisco, Ardy menyebutkan, keluarga ini pula yang menjaga dan memenuhi kebutuhan makan-minum Fransisco selama menjalani perawatan di rumah sakit beberapa hari terakhir.

Selain sakit, menurut Ardy, sudah enam bulan Fransisco belum bayar kos karena belum mendapat kiriman dari keluarga di Timor.

Selama sakit, Fransisco tidak berobat ke puskesmas atau rumah sakit. Dia kuatir nanti dikira kena virus corona. Hal inilah yang membuat sakitnya semakin parah.

Karena itulah, Ardy melalui dinding facebooknya menggugah masyarakat NTT khususnya mahasiswa daratan timur atau Ikatan Keluarga Besar Mahasiswa Timor Leste, mahasiswa Flobamora, IMMALA Kupang, Bali, Jatim dan Jabodetabek untuk membantu Fransisco Amaral.

Sebab, hingga kabar ini disampaikan ke publik melalui media sosial facebook, menurut Ardy, keluarga Fransisco Amaral di Malaka dan Timor Leste belum bisa dihubungi.

Fransisco sendiri disebut-sebut baru saja menyelesaikan studinya. Dia masih mau melanjutkan program profesinya tetapi bersamaan dengan pandemi Covid-19 sehingga dia belum bisa pulang Timor dan hanya tinggal di kos. Program profesinya pun belum bisa diurus.

Selama menjalani perawatan di Rumah Sakit Dr Soetomo, Fransisco dijagai keluarga Ibu Meiylani. Dia sempat dikunjungi Joa, salah satu kerabat asal Timor.

Dia masih butuh uluran tangan dan perhatian basodara di mana pun berada.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *