oleh

Forkompimda Plus dan Pimpinan Satuan Pendidikan di Malaka Bahas Adaptasi Kebiasaan Hidup Baru

BETUN, TIMORline.com-Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Plus dan Pimpinan Satuan Pendidikan se-Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (21/07/2020), membahas adaptasi kebiasaan hidup baru di lingkungan satuan pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usai Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), sekolah menengah baik sekolah menengah pertama maupun atas/kejuruan dan perguruan tinggi.

Tampak hadir, Dandim 1605/Belu Letkol Inf Ari Dwi Nugroho, Kapolres Malaka AKBP Albertus Neno, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Malaka Donatus Bere, Asisten I Zakarias Nahak, Asisten II Silvester Leto, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat dan para kepala sekolah se-Kabupaten Malaka.

Rapat ini diawali presentasi konsep adaptasi kebiasaan hidup baru di lingkungan satuan pendidikan dalam masa pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (PKPO) Kabupaten MalakaYohanes Bria Nahak.

Seusai presentasi, Bupati Malaka Stefanus Bria Seran menanyakan para kepala sekolah tentang konsep adaptasi kebiasaan hidup baru yang saat ini diberlakukan di sekolah masing-masing.

Kepala SMA Negeri Harekakae Robert Bria Tahuk mengatakan, khusus para guru diberlakukan tugas shif. Pengawasannya melalui grup WhatsApp.

Sedangkan para murid lama belum ada pembelajaran. Sementara pembelajaran bagi para murid baru belum dibuka.

“Kita menunggu petunjuk pemerintah”, kata Robert.

Kapolres Malaka AKBP Albertus Neno. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Kapolres Malaka AKBP Albertus Neno mengatakan, hingga saat ini Kabupaten Malaka tetap masuk Zona Hijau karena sejak awal semua pintu masuk wilayah Kabupaten Malaka dijaga ketat.

Untuk sekolahan, menurut Kapolres Albertus, pihak Polres Malaka dalam kerjasama dengan TNI dan Pol PP tetap siap melakukan pemantauan, pengawasan dan pengamanan.

Tetapi, Kapolres Albertus mengingatkan kalau pengawasan, pengamanan dan penertiban utama ada di sekolah masing-masing.

“Dinas Pendidikan, kepala sekolah dan guru-guru harus menyiapkan mekanisme kebiasaan hidup baru di sekolah masing-masing. TNI, Polri dan Pol PP hanya mengawasi”, tandas Kapolres Albertus.

Kapolres Albertus lebih jauh menyarankan agar kebiasaan hidup baru di lingkungan satuan pendidikan dipertimbangkan kembali secara matang.

Sehingga, jangan sampai terjadi kasus Covid-19 di sekolah, pembelajaran dihentikan. Setelah hilang atau sembuh, pembelajaran di sekolah di buka kembali.

“Jadi, pembelajaran di sekolah main buka-tutup. Lebih baik kita pertimbangkan matang-matang baru buka kembali pembelajaran di sekolah”, tandas Kapolres Albertus.

Dandim Belu Letkol Inf Ari Dwi Nugroho. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Dandim 1605/Belu Letkol Inf Ari Dwi Nugroho menegaskan, pandemi Covid-19 belum tahu kapan berakhir.

Dandim Ari menyarankan agar para tenaga medis atau dokter memberi sosialisasi atau semacam penataran kepada para kepala sekolah dan guru-guru tentang pencegahan dan penanganan Covid-19.

Sehingga, di sekolah pun perlu ada kesepahaman pencegahan dan penanganan Covid-19.

“Kita tidak ingin klaster pendidikan di Malaka terpapar Covid-19”, tandas Dandim Ari.

Bupati Malaka Stefanus Bria Seran. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Bupati Malaka Stefanus Bria Seran menegaskan, dalam masa adaptasi kebiasaan hidup baru saat ini belum ada pembelajaran di sekolah.

Yang paling penting saat ini, menurut Bupati Stefanus, kepala sekolah dan para guru harus melatih murid untuk tidak berkerumun saat berdiri di halaman sekolah atau kelas dan masuk ke kelas dengan posisi jaga jarak.

Selain itu, Bupati Stefanus berharap para kepala sekolah, guru dan murid membiasakan diri menggunakan masker dan cuci tangan.

“Saya mendapat informasi kalau kepala sekolah dan guru-guru datang di sekolah tidak pakai masker. Kalau kepala sekolah dan guru-guru tidak pakai masker, bagaimana dengan murid. Kepala sekolah, guru dan murid harus membiasakan diri pakai masker dan cuci tangan pakai sabun”, demikian Bupati Stefanus.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar