oleh

Bupati Malaka Hadiri Misa Syukur 40 Tahun Romo Bartho Bere, Protokol Covid-19 Diterapkan

WEKFAU, TIMORline.com-Bupati Malaka Stefanus Bria Seran, Senin (20/07/2020), menghadiri Misa Syukur 40 Tahun Tahbisan Imamat Romo Bartholomeus Bere, Pr di Dusun Nekmalae Desa Fatuaruin Kecamatan Sasitamean Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kedatangan Bupati Stefanus di dusun ini didampingi Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Malaka Donatus Bere, Asisten II Silvester Leto dan sejumlah pejabat lainnya.

Setiba di pintu gerbang tempat Misa Syukur, Bupati Stefanus diterima secara adat. Kepadanya dikenakan sebuah sarung tenunan adat motif setempat.

Selanjutnya, ada sapaan adat dari salah seorang tetua adat dan suguhan sirih-pinang sesuai budaya setempat sebagai tanda penyambutan tamu.

Perayaan ekaristi dilakukan secara konselebrasi. Sebagai konselebran utama adalah pastor yang berbahagia, yakni Romo Bartholomeus Bere, Pr.

Romo Bartho, begitu akrabnya Romo Bartomeus, didampingi Romo Marsel Bria Seran, Pr, Romo Yoppy Luan, Pr dan Romo Mikhael Mau Mabe, Pr selaku Pastor Paroki Wekfau.

Romo Marsel sebagai pastor pengkotbah dalam kotbahnya mengatakan, angka 40 tahun adalah angka kepenuhan atas hidup manusia khusus bagi Romo Bartho.

“Inti dari kepenuhan itu adalah pelayanan. Gereja, pemerintah dan umat sama-sama melayani. Tetapi, yang paling inti dari kepenuhan itu adalah Yesus. Siapa yang mau mengikuti Yesus harus berkorban. Jadi, inti dari mengikuti Yesus adalah pengorbanan”, kata Romo Marsel.

Bagi Romo Bartho yang merayakan Syukuran 40 Tahun Imamat, Romo Marsel mengatakan kalau Romo Bartho telah menunjukkan pengorbanannya kepada umat dan dunia.

“Yang dikorbankan adalah pribadi, uang dan segalanya. Kita patut mensyukuri semuanya setelah melayani dan berkorban 40 tahun”, kata Romo Marsel.

Terpantau, usai dikenai sarung adat saat penyambutan, Bupati Stefanus bersama pejabat yang ikutserta menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Antara lain cuci tangan, ukur suhu tubuh, pakai masker dan jaga jarak.

Para pastor konselebran juga mengenakan masker selama perayaan ekaristi. Hal serupa dilakukan umat yang hadir.

Umat yang hadir bahkan semuanya mengenakan masker dan duduk-berdiri dalam posisi jaga jarak dan tidak berkerumun.

Suasana serupa terlihat saat penerimaan komuni kudus bagi umat.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar