oleh

Terharu! Ketua Dewan Pembina Yayasan Marlilu Serahkan Ijazah Lulusan STKIP Sinar Pancasila dari Atas Kursi Roda

-Pariwisata-171 views

BETUN, TIMORline.com-Rasa dan suasana sukacita tergambar jelas dari wajah sekira 30 lulusan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Sinar Pancasila (STKIP) Sinar Pancasila Betun.

Maklum saja. Sabtu (18/07/2020), ke-30 sarjana pendidikan sejarah itu menerima ijazah dari pihak Yayasan Marlilu Malaka selaku pengelola STKIP Sinar Pancasila Betun. Tetapi, sukacita itu diwarnai haru yang mendalam.

Betapa tidak. Saat penyerahan ijazah secara simbolis kepada dua lulusan terbaik di kediamannya di kawasan Umakatahan Desa Umakatahan Kecamatan Malaka Tengah, Michael Bria selaku Ketua Yayasan Marlilu hanya duduk di atas kursi roda.

Saat media tiba di kediamannya, Michael sedang didampingi dua cucu perempuannya. Dia mengenakan sebuah sarung toko warna hijau kotak-kotak dan kemeja batik warna coklat bunga-bunga.

Dia tampak tegar dan segar. Dia juga berusaha mengumbar senyumnya. Dengan tuntunan Ketua Bidang I Akademik STKIP Sinar Pancasila Agustinus Seran, Michael menyerahkan ijazah dua lulusan terbaik Wisuda Periode 14 Maret 2020.

Agustinus Bria saat menerima ijazah dari Ketua Dewan Pembina Yayasan Marlilu Michael Bria di kediamannya, Sabtu (18/07/2020). (Foto:Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Agustinus Bria adalah lulusan terbaik pertama yang menerima langsung ijazahnya dari Michael. Sedangkan lulusan terbaik kedua adalah Selfiana Lende.

Maria Gaudensiana Bria yang adalah anak ketujuh dari Michael kepada media dan pejabat STKIP Sinar Pancasila yang ada mengatakan, tak disangka kalau pagi itu ayahnya bisa bangun dan menggunakan kursi roda keluar dari kamar duduk di pendopo.

Padahal, kata Ian, begitu akrabnya Maria Gaudensiana, Michael sudah empat bulan terakhir tidur saja di kamar, tidak bisa ke luar kamar.

“Pagi ini lain sekali. Dia bisa keluar dari kamar dan duduk di pendopo. Mungkin dia terlalu senang karena ada penyerahan ijazah bagi para lulusan STKIP hari ini”, kata Ian.

Ketua STKIP Sinar Pancasila Betun Antonius Berkanis punya kesan sendiri terhadap Michael.

Selfiana Lende saat menerima ijazah dari Ketua Dewan Pembina Yayasan Marlilu, Sabtu (18/07/2020). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Dalam pandangan Tonce, begitu akrabnya Antonius Berkanis, Michael adalah pejuang dan pahlawan pendidikan di Kabupaten Belu dan Malaka.

Sebab, menurut Tonce, Michael hanya berpendidikan SMA. Tetapi, dia membangun pendidikan dan mempersiapkan kader bangsa melalui sekolah-sekolah yang didirikannya.

Sekolah yang didirikannya adalah SMP Sinar Pancasila dan SMA Sinar Pancasila pada tahun 70-an. Terakhir adalah perguruan tinggi STKIP Sinar Pancasila.

“Ini luar biasa. Semangat ini hanya ada di Bapak Michael. Saat orang lain belum berpikir tentang bangun sekolah, Bapak Michael malahan pikir dan lakukan. Dia pahlawan pendidikan”, demikian Tonce.

Ketua I Bidang Akademik STKIP Sinar Pancasila Betun Agustinus Seran bilang, Michael adalah orang dan orangtua yang luar biasa. Sebab, dia tidak pernah menyerah memperjuangkan apa yang menjadi impiannya.

“Ada isu macam-macam tentang STKIP Sinar Pancasila tetapi dia tenang dan tegar menghadapi semua itu, termasuk keabsahan lembaga dan ijazah para lulusannya. Dia diam-diam urus apa yang perlu diurus”, kata Gusti, begitu akrabnya Agustinus Seran.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Marlilu Michael Bria pose bersama Agustinus Bria dan Selfiana Lende, Sabtu (18/07/2020). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Michael sendiri saat ini sudah berumur 84 tahun. Selain lanjut usia, beberapa saat terakhir, Michael hanya berbaring di tempat tidur karena sakit.

Dalam catatan karirnya, Michael adalah aparatur sipil negara di Kabupaten Belu.

Dia pernah menjadi anggota DPRD Belu dari Fraksi Partai Golkar pada 1992-1997. Dia sempat masuk lagi di periode berikutnya. Tetapi, masa keanggotannya hanya dua tahun, yakni 1997-1999. Sebab, saat itu situasi politik dalam negeri Indonesia sedang dalam masa transisi reformasi.

Selepas dari anggota Dewan di Belu, Michael menginisiasi berdirinya STKIP Sinar Pancasila Betun pada 2000. Hingga 20 tahun kemudian, STKIP Sinar Pancasila Betun masih berdiri megah di jantung Kota Betun, ibukota Kabupaten Malaka.

Bahkan, pada 14 Maret 2020 lalu telah dilakukan wisuda perdana bagi 30 lulusan sarjana pendidikan dari Program Studi Sejarah.

Program studi inilah yang sudah mendapat akreditasi dari Kementerian Pendidikan Tinggi. Sehingga, lulusannya dibenarkan untuk wisuda sendiri oleh pihak. STKIP Sinar Pancasila.

Ada pula tiga program studi lain yang saat ini sedang dalam proses akreditasi, yakni Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Geografi.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar